Baru Sehari terpilih sebagai Kepala Desa Kalemandalle, sudah membuktikan janjinya pada saat menyampaikan visi-misinya. Beberapa program Andalan yang kemudian dijadikan sebagai wujud perhatian besar kepada masyarakat Desa Kalemandalle adalah (i) Santunan Rp. 1.000.000,- bagi warga yang meninggal dunia, (ii) Surat Ijin Gratis kepada Warga yang melaksanakan Pesta, (iii). Biaya melahirkan sampai akta kelahiran digratiskan., (iv) biaya nikah kepada warga yang kawin sesama warga Desa Kalemandalle ditanggung oleh Kepala Desa.
Program inilah yang kemudian sudah dibuktikan, terbukti setelah pemilihan dan terpilih, 2 orang warga meninggal dan santunan sebesar Rp. 1.000.000,- telah diserahkan kepada Keluarga yang Meninggal untuk keperluan perawatan jenasah. Dan beberapa warga telah merasakan surat ijin pesta secara gratis yang diurus langsung oleh Kepala Dusun masing-masing.
Kini, masyarakat Kalemandalle telah merasakan pelayanan yang baik mulai dari pemerintah dusun sampai kepala Desa Kalemandalle, dan mendoakan semoga Kepala Desa yang terpilih segera dilantik, dan agar pelayanana kepada masyarakat cepat dilaksanakan dengan baik.
(Red-02)
Pemilihan Desa Kalemandalle Periode 2013-2019 dilaksanakan tanggal 03-juni-2013, berjalan dengan baik. Lokasi Pemilihan ditempatkan di Lapangan terbuka di Dusun Ballatabbua. Pemilihan ini dihadiri oleh Kepala Kecamatan Bajeng Barat dan Unsur Muspida serta Masyarakat disekitar Desa Kalemandalle. Jumlah P4KD sebanyak 29 (duapuluh sembilan) orang dan tergolong paling banyak pada sejarah pemilihan Kepala Desa di Sulawesi Selatan. Pemilihan ini dimulai jam 7.00 Wit sd. 22.00 Wit. Jumlah Pemilih berdasarkan data P4KD sebanyak 2.352 pemilih. Dan tingkat kehadiran dalam pesta rakyat ini sebesar 90%.
Jumlah calon yang bersanding memperebutkan kursi Kepala Desa sebanyak 5 (lima) orang dan dalam perhitungan suara tersebut dimenangkan oleh Burhanuddin Dg. Magassing, SE. dengan jumlah pemilih sebanyak 593 suara, disusul oleh Nurdin Siallu dengan jumlah suara 504 suara, dan sisanya dibagi oleh 3 calon dengan masing-masing suara 300 pemilih.
Pemilihan ini terlihat sangat seru dan aman serta terkendali, ini semua peran BIMMAS dan BABINSA , Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten yang aktif memperhatikan suasana jalannya pemilihan Desa tersebut. Salah satu pendukung terkuat dari yang terpilih Mansur Dg. Naro - mengatakan bahwa, Kepala Desa yang terpilih betul-betul terpilih dari hati nurani rakyat, tanpa mengenal yang namanya money politic.
Harapan kedepan, Pemilihan Desa di Kalemandalle bisa menjadi contoh pada pemilihan Desa di Sulawesi Selatan. Kini, secara defacto Burhanuddin Dg. Magassing telah terpilih menjadi Kepala Desa Kalemandalle, dan secara de jure sisa menunggu pelantikan dari Bupati Gowa. (Ed.01).
A.
PENDAHULUAN
1. Masa lalu adalah sejarah dan sejarah
adalah catatan yang menjadi memori untuk dikenang dan menjadi platform
pergerakan masa kini dan masa yang akan datang. Masa lalu, terukir indah dalam
benak para pendahulu kita dan mereka yang pernah merasakan masa lalu itu,
ketika mereka terduduk dan merenung, mereka selalu mengatakan, begitu nikmat
kebersamaan yang dihadirkan melalui wadah gotong royong, budi pekerti dan
saling menghormati, tertanam indah dalam
benak para pendahulu itu. kharismatik dan kewibawaan para pendahulu itu, telah
menjadi inspirasi dan memori yang begitu mendalam meruncing hati, dan hati mereka berkata “ Kenapa semuanya
telah menjadi hilang bagaikan ditelan bumi dan peradaban yang telah terganti
antar ruang dan waktu, masa ke masa “.
2.
Pemimpin masa lalu, begitu dihormati
dan disegani serta dikagumi, hal tersebut terjadi karena telah menoreh
kebijakan yang patut diteladani, kualitas pelayanan serta perhatian kepada
rakyatnya sungguh luar biasa, sehingga pemimpin masa lalu dapat dijadikan
pelindung, yang mampu mengayomi rakyatnya disetiap ruang dan waktu.
3.
Dan apa yang terjadi di masa
sekarang adalah buah dari masa lalu. Desa Kalemandalle terukir indah dalam sejarah.
Terlahir dari desa Mandalle dan Desa Manjalling serta diantar oleh para pioneer
yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat, dan saat sekarang ini, Desa Kalemandalle telah menjadi defenitif. Kesemuanya itu adalah perjuangan pelaku
sejarah masa lalu itu. Dan sebagai orang yang bijak, patut kita memberikan apreasiasi dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tokoh masyarakat dan khususnya
Mantan Kepala Desa Kalemandalle yang telah membuat catatan sejarah perjuangan
berdirinya Desa Persiapan Kalemandalle sampai akhirnya menjadi Desa Defenitif
seperti yang telah dirasakan sekarang ini.
4.
Siapapun yang menjadi pemimpin di
masa lalu sampai dengan sekarang ini, hadir dengan gaya dan karakteristik
kepemimpinan yang berbeda. Dan mengakhiri masa jabatan dengan hasil yang
berbeda pula. Hasil tersebut mendulang kelemahan dan kelebihan. Kelemahan yang
ada disetiap akhir kepemimpinan bukanlah sesuatu yang tabuh, bukan pula sesuatu
hal yang harus disesali, itu harus diterima karena telah terjadi. Kelemahan itu
adalah dasar perjuangan serta pergerakan yang menjadi visi dan misi penerus
kepemimpinan masa yang akan datang. Itulah permasalahan masa lalu, yang
kemudian menjadi pokok permasalahan yang harus diberikan solusi untuk menutup
kelemahan masa lalu itu. Itulah tugas pemimpin yang akan melanjutkan roda
pemerintahan Desa Kalemandalle di masa yang akan datang. Kata bijaknya,
kelemahan masa lalu adalah berkah dan kekuatan yang besar untuk melangkah
kedepan yang semakin baik dan terukur.
5.
Era globalisasi adalah era dimana
kita berhadapan dengan bola panas informasi dan kecanggihan teknologi, pemimpin di era ini dituntut dengan kesiapan
dasar pengalaman dan tingkat pendidikan yang memadai, pengalaman serta
kemampuan dalam menghadapi era global yang syarat dengan capability, yang melek dengan perangkat software dan hardware
teknologi komputerisasi dan informatika, buah dari era digitalisasi dan karakteristik era
globalisasi. Era ini, yang kemudian akan mempermudah networking yang luas dalam
membantu rel pemerintahan Desa Kalemandalle, yang ekonomis, efisien dan
efektif.
6.
Arus informasi dari globalisasi yang
dihadirkan oleh perangkat digitalisasi informasi dan komputerisasi, setuju
tidak setuju kita harus menerima dan menjalaninya. Tetapi, bila dihubungkan
dengan Gaya dan karakteristik kepemimpinan[i]
di era global ini , hanya mampu dijawab dengan gaya kepimpinan transformational[ii].
Gaya kepemimpinan dapat diartikan sebagai sikap dan tindakan yang dilakukan
pemimpin dalam menghadapi bawahan, mengatur suatu sistem operasional
organisasi, menjalankan, dan mengawal kebijakan serta solusi konstruktif dalam menyelesaikan problematika pemerintahan
Desa, baik internal maupun ekternal. Pemimpin di desa (Kepala Desa) dituntut
mampu melakukan perbaikan terus-menerus dalam pembentukan keunggulan kompetitif
untuk