Kamis, 31 Oktober 2013

Trik Menagih Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh Kepala Dusun Bontote'ne Desa Kalemandalle Kecamatan Bajeng Barat .

Kepala Dusun di Hotel Sahid Makassar
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan kewajiban masyarakat yang memiliki tanah dan bangunan. PBB ini merupakan pendapatan negara yang kemudian dialokasi untuk pembangunan dalam segala bidang. Menagih pajak bukanlah hal yang gampang, tetapi sangat susah bilamana tidak memiliki trik khusus. Kepala dusun ini terpilih diwawancara, karena team paripurna institut memberikan rekomendasi dan penilaian bahwa Kepala Dusun Bontote'ne dalam menjalankan tugas sebagai penagih pajak menjadi nomor satu dalam pencapaian target dengan jumlah yang besar, tidak sama dengan kepala dusun yang lainnya. Untuk itu, Paripurna Institut, mengundang salah satu kepala dusun di desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat yaitu Kepala Dusun Bontote'ne Pattarungan, Bpk. Molla Daeng Nambung.

Paripurna Institut : Berapa jumlah PBB yang menjadi tanggungjawab bapak, untuk ditagih dimasyarakat?

Molla Daeng Nambung : Jumlah PBB di Desa Kalemandalle Rp. 30.300.000,- (tiga puluh juta tiga ratus ribu rupiah), yang dibagi kepala 5 kepala dusun, masing-masing dusun. Untuk tanggungjawab saya sebagai kepala dusun Bontote'ne Rp. 10.300.000,-.

Paripurna Institut : Berapa lama ditagih dan bagaimana caranya menghadapi masyarakat yang malas membayar pajak?

Molla Daeng Nambung : untuk penagihan sejumlah pajak sebesar tersebut, saya hanya membutuhkan waktu 1 bulan, itupun tidak seluruh waktu 1 bulan tersebut digunakan. Dan menghadapi masyarakat yang malas membayar pajak itu saya biasanya mendatangi berulang kali, sambil memberi pemahaman betapa pentingnya pajak bumi dan bangunan (PBB) itu harus dibayar, menagih pajak harus sabar dan terus berusaha bagaimana caranya wajib pajak tersebut membayar pajaknya. 

Paripurna Institut : Kalau ditarget harus selesai misalnya bulan ini, sementara pajak belum terkumpul dari masyarakat, bagaimana langkah bapak untuk menyelesaikan sesuai dengan target yang waktu yang diberikan?

Molla Daeng Nambung : Sebagai pemerintah dusun harus melindungi rakyatnya jangan sampai gara-gara pembayaran pajak menjadi malu, sehingga langkah saya untuk bisa mencapai target dan melunasi sebelum jatuh tempo, saya menggunakan uang pribadi untuk menutup kekurangan pembayaran pajak tersebut, dan selanjutnya kekurangan dari pajak yang belum tertagih, saya tagih perlahan-lahan sampai uang pribadi saya kembali.

Paripurna Institut : Apakah bapak tidak merasa dibebani sebagai kepala dusun?

Molla Daeng Nambung : Saya tidak merasa terbebani karena saya menganggap bahwa itu sudah menjadi tanggungjawab saya sebagai pemerintah dalam membantu masyarakat di dusun saya, dan setidaknya masyarakat di dusun saya merasa sangat berbahagia dan merasa terbantu, sehingga jika saya turun menagih masyarakat langsung membayar pajaknya, dan itu saya lakukan setiap tahun. 

Paripurna Institut : Apa yang menjadi target bapak, sehingga bapak berani melakukan cara menebus dengan uang pribadi?

Molla Daeng Nambung : Target saya sesungguhnya hanyalah membuktikan kepada masyarakat bahwa saya juga bisa menjadi pemimpin yang baik, dan membantu pemerintah desa (Kepala Desa Kalemandalle) untuk mencapai target penerimaan pajak yang harus disetor kepada pemerintah kabupaten tepat waktu, dan semoga Desa Kalemandalle bisa menjadi pembayar pajak nomor satu di Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa umumnya,  dan mari kita mendoakan supaya target pajak bisa dilunasi sebelum jatuh tempo berakhir dan Desa Kalemandalle bisa menjadi Desa Percontohan dalam hal pembayaran pajak.



Selasa, 29 Oktober 2013

P3A Kalemandalle-Evaluasi Mandor

Senin, 28 Oktober 2013 dilaksanakan rapat P3A di ruang rapat kantor Desa Kalemandalle, untuk membahas dan mengevaluasi mandor-mandor air, mengingat musim tanam tidak lama lagi. Mandor merupakan salah satu faktor kesuksesan petani dalam mencapai upaya-upaya peningkatan produktivitas petani, bukan hanya kekurangan air yang harus diperhatikan kelebihan airpun menjadi perhatian dan tugas mandor agar padi-padi yang ditanam oleh masyarakat tidak tergenam. 

Dalam rapat tersebut, anggota P3A mengusulkan agar mandor yang ada dipertahankan, dan memperbaiki kinerja, namun demikian bilamana dalam menjalankan tugasnya sebagai mandor tidak menjalankan tugas dengan baik, dalam artian anggota P3A banyak yang mengeluhkan, maka diminta untuk tahun depan diadakan evaluasi dan selanjutnya perlu dipilih mandor yang bisa menjalankan amanah dengan baik, ungkap Mansyur Naro salah satu dari anggota P3A yang hadir dalam rapat tersebut.

Mandor menjadi kekuatan utama bagi petani, bukan hanya air yang perlu diawasi atau didatangkan, tetapi hal-hal lain yang perlu dilakukan adalah memperhatikan saluran-saluran air yang ada agar air bisa berjalan dengan baik, dan menjadi perhatian utama selalu harus koordinasi dengan para mandor yang lainnya, dan bilamana ada hal-hal teknis yang perlu penanganan pemerintah desa agar di koordinasikan dengan pemerintah Desa. 

Dalam kesempatan tersebut, Dg. Bani dan Misi Kulle masih tetap dipertahankan untuk terus meningkatkan kinerja dan hasil kerjanya, semoga saja kerjasama antara mandor dan petani serta perhatian pemerintah desa, masyarakat petani bisa mencapai hasil yang maksimal.


Senin, 28 Oktober 2013

Mainset Masyarakat Desa Vs. Pembangunan Desa ; Haeruddin (Institut Paripurna)

Melakukan hal-hal yang baik dan konstruktif  merupakan suatu keharusan bagi pemerintah desa Kalemandalle dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan masyarakat yang dinamis aman dan damai. Program yang baik adalah tuntutan yang harus dijalankan secara bertahap dan dilaksanakan secara terus menerus untuk mencapai tujuan dari sebuah siklus pemerintahan. Pembangunan masyarakat desa di mulai dari perubahan pola fikir masyarakat. Perubahan itu harus terjadi, mengingat proses pembangunan yang baik hadir dari keseragaman pola fikir masyarakat untuk mendukung program pemerintah yang baik dan berpihak kepada masyarakat.

Apa yang harus dilakukan dalam merubah mainset masyarakat Desa?
Masyarakat desa terdiri dari beberapa jenis karakter, diatara karakter yang dimaksud adalah masyarakat awam dan masyarakat intelektual. Masyarakat awam ini adalah masyarakat yang lugu dan cepat menerima informasi tanpa memperhatikan efek yang ditimbulkannya. Sedangkan masyarakat intelektual adalah masyarakat yang mampu menganalisa dan secara empris melalui pendekatan ilmiah serta budaya yang ada di desa Kalemandalle tersebut. 

Apapun modelnya sebuah program harus sosialisasikan dan diuji coba kepada masyarakat, dan meminta tanggapan tokoh masyarakat serta menguji kelayakan program tersebut, apakah program yang dilaksanakan memberikan manfaat atau tidak kepada masyarakat. Kalau program tersebut memiliki manfaat yang besar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, maka perlu dibuatkan payung hukum minimal peraturan desa, agar masyarakat bisa memahami dan menjalankannya dengan baik. 

Memperhatikan banyak dimensi dalam pemberlakuan sebuah program di Desa menjadi sebuah keharusan, agar dalam menetapkan peraturan-peraturan dapat dengan mudah dipahami, disebabkan oleh kajian dari berbagai dimensi yang dimaksud. Salah satu point penting dari dimensi yang dimaksud adalah budaya dan agama. Keamanan dan kedamaian bisa hadir jika program yang dilaksanakan syarat dengan budaya dan agama. Sebab bila budaya dan agama yang sudah ada terkikis dari pola hidup masyarakat yang sudah keyahudian, akan berdampak besar pada keamanan dan kedamaian masyakat. Untuk itu, dalam memprogram sebuah kebijakan hendaknya mempertahankan nilai budaya yang konstruktif dan mempertahankan aturan-aturan agama yang sudah, jangan sampai kita melanggar dan meruntuhkan nilai-nilai dari budaya tersebut.

Untuk itu, perubahan mainset sangat diperlukan, bukan hanya masyarakat desa Kalemandalle, tetapi semua elemen-elemen di Desa Kalemandalle harus melakukan perubahan mainset, terutama pemerintah dan aparat-aparat desa. Kemampuan aparat-aparat desa dalam mengejawantahkan berbagai program dari Kepala Desa dengan baik dan benar, akan memberikan konstribusi dalam perubahan mainset masyarakat secara keseluruhan. 

Untuk itu, bekerja keraslah dan lakukan segera pembenahan-pembenahan dengan bijak dan tetap menjaga nilai-nilai dasar yaitu saling harga-menghargai dan saling menghormati tanpa memandang golongan ataupun kelompok, kasta dan kedudukan. Segera laksanakan pendidikan untuk rakyat dimulai dari prilaku serta mainset dari aparat desa dan pemerintah desa Kalemandalle.


Jumat, 25 Oktober 2013

Sarjayadi : Mahasiswa UNM yang Mandiri dari Desa Kalemandalle

Pagi bertempat di jalan Landak no. 33 B, sosok mahasiswa mandiri, dan  aktifitis dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar, bersiap-siap menunju Hotel Sahid untuk mengikuti Forum KTI 2013, dan hari ini adalah hari dimana Forum KTI 2013 ini akan ditutup dengan menghadirkan  pemateri dari perbankan yang akan membahas tentang kemudahan kredit dari  BNI, dan Bank Papua.

Team Paripurna Institut, mewancara langsung dengan Sarjayadi, dengan hasil wawancara sebagai berikut :


Sarjayadi dan Askar, di  Clarion Hotel
Team Paripurna :  Kenapa Anda rajin mengikuti kegiatan seminar-seminar dan pelatihan?

Sarjayadi : Sederhana saja, pelajaran dikampus tidak bisa membuat kita cerdas, karena waktu pembelajaran di kampus relatif singkat, dan perlu ada kegiatan-kegiatan diluar kampus yaitu dengan mengikuti pelatihan, seminar dan sosialisasi lainnya baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta.

Team Paripurna : Apa saja yang diperoleh dari kegiatan pelatihan dan seminar ?

Sarjayadi  : yang dipeoleh dari kegiatan seminar-seminar dan pelatihan itu sangat membantu saya dalam memperkaya khasanah keilmuan saya sebagai calon sarjana, kenalan-kenalan yang bisa memberikan konstribusi pemikiran dan selain itu, tentunya mendapat banyak hal-hal yang tidak pernah didapatkan di kampus terutama pada pembelajaran etika dan komunikasi positif.

Team Paripurna : Untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut, dari mana anda memperoleh informasi bahwa ada seminar atau pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta?

Sarjayadi :  Informasi tersebut saya peroleh dari kenalan-kenalan yang sering bersama dalam kegiatan seminar dan pelatihan, dan konstribusi informasi terbesar dari senior-senior di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan dan Makassar, serta senior-senior yang ada di departemen milik pemerintah.

Team Paripurna : Pelatihan dan seminar yang pernah di ikuti dan tempatnya dimana?

Sarjayadi : Seminar-seminar yang saya ikuti hampir semuanya adalah sosialisasi UU terbaru, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) oleh Kementrian Keuangan, Perpajakan, Teknologi Informasi, forum bisnis dan Proses dan investasi dan penanaman modal daerah, keparawisataan, pengembangan UMKM, pelatihan perkoperasian, perdagangan dalam luar negeri, AFTA dan Community ASEAN 2015, dan lain-lain sebagainya. dan tempatnya dilaksanakan diberbagai hotel di Makassar, Clarion, Sahid, Jade, Swiss Bel, Denpasar Hotel, Trisula, Boulavard, Horison, Losary Beach, Arya Duta, D'Bugis Hotel, Comport, Grand Celino, Al Badhar Hotel, Agraha Hotel, Jetstar, Prima hotel, hotel jade, Singgasana Hotel, Grand Palace Hotel, Colonial Hotel, Quality Hotel, Aswin Hotel, dan lain-lain sebagainya.

Team Parpurna :  Apa manfaat terbesar dari mengikuti seminar dan pelatihan tersebut, yang saudara rasakan?

Sarjayadi : Jaringan dan Informasi.

Team Paripurna : Apakah pengalaman-pengalaman ini, mampu menghindarkan diri Anda dari Gelar Sarjana Pengangguran?

Sarjayadi : Saya sangat optmis bahwa dari jaringan dan informasi yang saya peroleh telah memberikan konstribusi besar bagi saya sebagai mahasiswa, dan informasi-informasi inilah kemudian akan saya jadikan sprit untuk meraih impian saya sebagai manusia yang sukses di masa-masa yang akan datang.

Team   Paripurna : Apakah kedepan, Anda bercita-cita jadi beban Negara?
Sarjayadi : Jiwa saya sesungguhnya adalah jiwa entrepreneur, saya ingin membuka lapangan pekerjaan dan membantu pemerintah mengurangi pengangguran, tetapi bila rezeki lain seperti PNS misalnya ada peluang dan saya diterima, itu tidak bisa kita tolak, tetapi keberadaan saya nantinya didalam PNS tersebut, betul-betul bekerja dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa.

Team Paripurna : Menurut Anda, apa yang menjadi pesan kepada Mahasiswa di Seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa asal kampung Anda, Desa Kalemandalle ?

Sarjayadi : Pesan saya adalah Janganlah menjadi mahasiswa yang hanya bisa datang  ke kampus dan pulang kampung bila libur, ataukah menjadi mahasiswa yang mengandalkan catatan satu lembar, menjadi mahasiswa sibukis, tetapi jadilah mahasiswa yang mampu berfikir konstruktif dan mandiri, dengan jalan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mengasah diri dan mencari peluang-peluang penerimaan dana yang kemudian bisa hidup di kota makassar dan menutup biaya sekolah dan tidak terlalu membebani orang tua, atau perlu bagaimana kita bisa membantu orang tua dalam mengurangi beban pikiran dan kehidupan keluarga. Dan pesan terakhir, jangan menjadi sombong dan angkuh tapi buatlah orang yang ada disekeliling kita jadi bangga dan senang bersama kita.

Demikian  wawancara singkat ini, semoga mahasiswa desa Kalemandalle bisa membaca dan menjadikan contoh bagaimana seorang Sarjayadi mampu mengolah waktu untuk bisa semakin cerdas dan berpenghasilan, dan satu hal yang menjadi contoh yang perlu disebarluaskan sebagai sprit bagi pelajar mahasiswa lainnya, keberanian diri untuk memasuki cela jaringan dan informasi dari berbagai khalayak. Prinsip hidup dari Sarjayadi untuk bisa mandiri dan terpercaya dimasa yang akan datang. Gerakan revolusioner dan pencitraan diperlukan dalam meraih impian dan kesuksesan di masa yang akan datang. 

" Jika Anda tidak suka sesuatu, ubahlah. Jika Anda bisa tidak mengubahnya, ubahlah sikap Anda. "
Maya Angelou, Penulis AS




Selasa, 22 Oktober 2013

Bahaya Laten - Korupsi dan bilang tidak untuk Korupsi

Oleh : Syafri,Sarjayanto & Sarjayadi  (Team dari  Paripurna Institute) 

Dalam sebuah perbincangan diantara beberapa masyarakat yang ada di desa, tiba-tiba datang seorang yang berinisial " S " menyodorkan sebuah dokumen untuk ditandatangani oleh pemerintah setempat, saat itu pemerintah tersebut tidak menandatanganinya karena proposal itu untuk desa, tetapi ketika cair, permohonan pembelian A tidak ada fisik di desa, dengan berdalih bahwa apa yang dibelinya ditaruh di di desa dan kecamatan lain.

Ditempat lain juga terdengar informasi bahwa Imam A, telah melakukan tindak pungli yang memberatkan bagi mempelai laki-laki dengan dimintai pembayaran biaya nikah dalam jumlah sangat material, sementara hal tersebut sudah pernah disampaikan kepada Imam untuk tidak melakukan hal tersebut.

Cerita lain juga telah terekspos begitu melekat dihati para masyarakat, pengelola PNPM A telah melaksanakan aksi merugikan rekanan dan menyimpan beban derita kerugian mpai puluhan juta rupiah dan sampai sekarang juga belum dilunasinya. 

Pernah juga menjadi kejadian yang sempat membuat malu besar, ketika sebuah kantor desabeban listrik yang tidak terbilang besar, (kecil) sempat tidak dibayar berbulan-bulan dan listrik dicabut. Bantuan pemerintah untuk komunikasi dan informasi berupa;  antene dan komputer serta perangkatnya dipasang dirumah penduduk oleh oknum yang seharusnya ditempatkan di kantor desa untuk dinikmati oleh masyarakat desa. Belum lagi tempat lain, raskin disunat dan tidak dibagi sampai enam bulan oleh kepala dusunnya, dan masih banyak yang lainnya yang dilakukan oleh masyarakat sudah terindikasi korupsi. 

Beberapa kejadian diatas, adalah salah satu dari sekian jenis-jenis korupsi yang dilakukan oleh oknum, ada  permintaannya berdasarkan kelompok atau untuk masyarakat, namun  dinikmati sepihak oleh ketua dan orang-orang tertentu. Ada juga oknum dengan mengatasnamakan agama juga mempermulus aktivitas korupsinya, mereka melakukannya dengan modus yang berbeda-beda dan terakhir merugikan pemerintah dan juga masyarakat. 

Kenapa mereka korupsi ?

Dari hasil pengamatan dari penulis, kebanyakan dari pelaku korupsi (koruptor) itu sudah masuk dalam kategori power sindrom, ingin cepat kaya, dan ingin menjadi terhormat dari materi yang dimilikinya, dan ada juga karena terdesak dengan ekonomi (hutang dll) dan ada juga sudah menjadikan hobby. Sadar atau tidak sadar, mengambil hak orang lain yang bukan hak kita, sesungguhnya itu sudah menjadi perilaku korup, yang sesungguhnya merugikan. Dampak dari kata merugikan ini, akan melahirkan doa-doa dari mereka yang dirugikan atau terzolimi tersebut, dan akan berbuah kesengsaraan bagi pelaku korup tersebut, dengan membuat tidak tenang hidupnya, menderita sakit yang tidak ada obatnya, dan di penjara dengan waktu yang lama.

Dampak dari beberapa bukti-bukti dan pengalaman serta siksaan yang didapat secara langsung dan diadili oleh aparat hukum serta hukuman-hukuman dari Allah, belum menjadi bahan perenungan sekaligus menjadi bahan pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melaksanakan tindak pidana korupsi tersebut.

Apa kita salah mendidik Anak, sampai menjadi Koruptor?

Semua orang pada dasarnya selalu ingin melihat anaknya menjadi anak yang sholeh, anak yang berbakti kepada Negara, Agama dan Masyarakat. Namun, tanpa kita sadari dalam proses membina dan merawat anak tersebut, ada hal-hal yang kita lupakan, ternyata ada saripati makanan yang diberikan kepadanya dari sumber-sumber yang haram (korup), yang telah menyatu dalam daging-daging mereka, sehingga sadar tidak sadar meraka telah dilahirkan dan dibesarkan sebagai calon koruptor. 

Mari kita renungkan bersama, dan menjadikan pelajaran berharga, betapa banyak orang-orang yang melakukan tindak pidana korupsi yang telah dipublikasikan dan dipenjara. Mari kita saksikan pula, beban derita istri dan anaknya dari ulang sang ayah yang koruptor, mereka menjadi terdiskriminasi dan menjadi cemohan anak-anak disekitarnya. Marilah kita senangtiasa menjaga diri kita masing-masing, dari azab Allah yang begitu luar biasa, maka dari itulah mari kita berusaha keras untuk tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi baik yang dilakukan sendiri maupun kelompok. Hindarkan anak-anak kita, dari sumber-sumber materi yang haram, karena sesungguhnya cikal bakal hadirnya sampah masyarakat dari proses pemberian makanan dan minuman yang menjadi saripati yang kemudian tumbuh berkembang dengan racun yang siap untuk membikin malu keluarga dan masyarakat.

" JAUHKAN DIRI DARI KORUPSI & INGAT BAHAYA LATENT KORUPSI?"
BEBASKAN  APARAT  DESA  DARI  PRILAKU  KORUP 

KIWA segera dibangun di Pattallassang

Sungguminasa - Pemkab Gowa segera merealisasikan pembangunan Kawasan Industri Gowa (KIWA) di Kecamatan Pattallassang dalam waktu dekat ini. Sesuai ijin prinsip yang diterbitkan Kantor Perijinan Terpadu Satu Atap (Sintap), megaproyek tersebut dalam tahap pembebasan lahan seluas 900 hektare yang dibagi dalam dua tahap,

Tahap pertama akan dibebaskan seluas 400 Ha dan tahap kedua dibebaskan 500 Ha. Perusahaan PT. Jasmin yang bekerjasama dengan pemkab sudah dilakukan sosialisasi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa, Taufiq Mursad mengatakan pembangunan KIWA merupakan terobosan pemkab untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab, kawasan industri ini diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian Gowa.

"Kiwa ini juga merupakan pusat ekonomi diseluruh perusahaan di kawasan Indonesia Timur wilayah selatan. Dan ini juga mendukung pengembangan mamminasata, yakni makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar," ujarnya kemarin.

Kiwa yang dibangun di Pattalassang akan hadir perusahaan-perusahaan berbagai jenis, misalnya agro, UKM, kakao, getah pinus. Lokasi strategis dan bisa dijangkau dalam waktu 25 menit dari pelabuhan dan bandara.

Sumber : Koran Sindo : Rabu, 23 Oktober 2013

Senin, 21 Oktober 2013

Pengurus PNPM Kalemandalle, direstrukturisasi

PNPM salah satu program pemerintah sampai saat ini masih berjalan, dan memberikan dampak yang luar biasa terhadap pembangunan. Eksistensi PNPM di Desa Kalemandalle sejak awal dan sampai sekarang memiliki cerita khusus dan terkesan vulgar.

Sejak pemerintahan desa terganti, Kepala Desa Kalemandalle dengan berbagai masukan dan pertimbangan dari masyarakat  dan  hasil pengamatan dari kondisi real di lapangan, pengurus PNPM yang ada saat sekarang ini  tidak layak untuk dipertahankan, dengan alasan tidak memberikan prestasi yang patut dihargai. Kebijakan tersebut patut untuk diberikan apreasiasi, untuk apa dipertahankan bila SDM yang ada tersebut tidak memiliki kapasitas serta accountabilitas, karena kondisi tersebut bila dipertahankan akan berdampak besar terhadap program-program pemerintah Desa yang baru yaitu pemerintahan desa yang baik dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 

Untuk itu, kita ucapkan saja selamat jalan kepada pengurus PNPM dan mari kita menyambut pengurus PNPM baru tersebut, dengan sebuah keyakinan semoga pengurus yang baru tersebut bisa belajar dari PNPM yang lama, untuk tidak lagi mengulangi kinerja buruk tersebut dan semoga pengelolaan PNPM di Desa Kalemandalle bisa menunjukkan prestasi di Kecamatan Bajeng Barat. Adapun keputusan rapat pemilihan pengurus PNPM baru adalah Dg. Buang (Ketua) warga dusun Kalemandalle 2, Lukman Empo (Sekertaris) dan Dg. Tata (Bendahara) warga dusun Bontotene.

Pesan singkat untuk para pengurus baru,
" Mengabdilah dengan baik, dan tunjukkanlah prestasimu, sebab dengan pengabdian dan prestasi akan melahirkan rekomendasi untuk kehidupan  yang lebih baik dimasa yang akan datang".

Selamat bekerja saya ucapkan kepada Pengurus PNPM yang baru....!!!!

Sabtu, 19 Oktober 2013

Sarjayanto : Pembangunan SDM Kalemandalle

Sarjayanto-Mahasiswa Jur.Akuntansi Universitas 45 Makassar
Pembangunan desa tidak hanya pada pembangunan fisik yang ada di desa, namun pembangunan desa secara komprehensif yang harus digalakkan dalam upaya meniti keberhasilan pembangunan terletak pada peningkatan SDM masyarakat Desa, terutama pemuda sebagai penerus perjuangan dan sebagai agen perubahan di masa yang akan datang.

Konteks pembangunan manusia di sini menjadi prioritas utama selain dari pembangunan fisik, dimaksudkan agar dalam rencana-rencana ke depan masyarakat mampu menterjamahkan berbagai program-program yang berpihak pada masyarakat. Pembangunan SDM adalah upaya-upaya untuk melakukan perubahan mainset masyarakat terutama bagi pemuda dalam melaksanakan gerakan-gerakan perubahan yang diharapkan dimulai dari desa.

Perubahan-perubahan yang dimaksud adalah perubahan pola fikir untuk selalu memperhatikan kondisi-kondisi objektif yang kemungkinan bisa ditularkan melalui pesan-pesan kepada masyarakat lainnya yang kemudian dapat berimbas positif dan memperbaiki fikiran-fikiran masyarakat secara berangsur-angsur dalam menjalankan aktifitasnya sebagai masyarakat yang memiliki pemerintah dan program-program yang berkelanjutan terutama dalam kaitannya dengan pengembangan dan peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat, peningkatan SDM masyarakat, dan penguatan moral masyarakat dengan mencoba menerapkan prosedur budaya dan hukumi dalam menata kehidupan bermasyarakat.

Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu hadirnya keinginan masyarakat untuk saling berlomba dalam mengejar pendidikan yang semakin tinggi, dan berlomba untuk memiliki keterampilan lunak (soft skill) serta aplikasi keterampilan yang kemudian akan merubah kondisi perekonomian masyarakat, terutama masyarakat yang selama ini dikenal sebagai masyarakat marginal.

Untuk itu, program sosialisasi pendidikan dan pelatihan agar senantiasa  menjadi perhatian pemerintah Desa Kalemandalle ke depan, karena dengan pendidikan dan pelatihan masyarakat akan menjadi pintar dan selektif menerima informasi dengan tetap mengedepankan logika berfikir dalam menyatakan pendapat dan statement-statement. Untuk itu, harapan saya kedepan, pendidikan bagi masyarakat perlu digalakkan dan di promosikan dengan tujuan utama adalah peningkatan kemampuan serta skill masyarakat yang kemudian dapat memberikan warna pada perubahan mainset masyarakat di masa-masa yang akan datang.

Jayalah Desaku, dan selamat bekerja bagi Pemerintah Desa Kalemandalle, harapan perubahan ada dalam genggaman pemerintahan yang baik dan berwibawa. 



Selasa, 15 Oktober 2013

Desa Kalemandalle : Idhul Adha 1434 H Sukses

Bontobaddo, 15 Oktober 2013

Pelaksanaan hari raya Idhul Adha 1434 H adalah moment paling penting sebagai ummat Islam untuk kembali merenung betapa nilai perjuangan seorang yang bergelar nabi yaitu Ibrahim dalam membuktikan kecintaan kepada Allah SWT. Moment ini seluruh ummat Islam di dunia memperingatinya sekaligus mencoba menjalankan amanah dan salah satu perjuangan Nabi Ibrahim yaitu berkorban untuk berbagi dengan panti asuhan dan orang-orang yang wajib menerima daging kurban tersebut.

Sama halnya di Desa Kalemandalle, peringatan hari raya idhul qurban dilaksanakan dengan meriah dan penuh suka cita, ribuan masyarakat dari berbagai dusun berbondong-bondong mendatangi lokasi pelaksanaan idul adha yang ditempatkan di tanah lapang dusun Mattirobaji. Kepala Desa Kalemandalle dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran masyarakat dalam pembangunan di Desa sangat berpengaruh dalam pelaksanaan visi pemerintahan Desa yang bersih dan baik. Untuk beberapa program yang telah disampaikan juga telah disampaikan sekaligus peraturan di desa untuk hajatan juga disampaikan dalam upaya sosialisasi dan penjelasan secara gamblang terhadap  rencana pemberlakuan peraturan desa (PERDES) tentang hajatan yang dilaksanakan oleh masyarakat. Setelah sambutan dari Kepala Desa Kalemandalle, maka dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat id yang dipimpin oleh H.Nurdin Dg. Gau.

Pelaksanaan hari raya ini terbilang sukses itu semuanya berkat perencanaan yang matang dari Panitia Pelaksana bekerjasama dengan masyarakat yang turut mensukseskan peringatan besar agama ini. Dalam acara ini, masyarakat sangat antusias mendengar hutbah yang disampaikan oleh udztad yang banyak memberikan gambaran-gambaran terhadap penomena kehidupan saat sekarang ini, dan betapa kehidupan bermasyarakat sudah jauh dari sifat gotong royong dan saling hargai menghargai semakin hari semakin menurun. Untuk itu, saat sekarang ini perlu dibangun kembali kehidupan bermasyarakat yang berbudaya dan saling hargai menghargai, menghindari hal-hal yang kemudian dapat menghadirkan perpecahan diantara kita sebagai masyarakat desa dan bisa memaknai peristiwa besar pada hari ini, untuk mengenang kembali perjuangan Nabi Ibrahim Radiallahu Anhu. Kesabaran serta keteladanan yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim menjadi contoh kepada kita agar dalam menjalankan hidup ini sebagai hamba dapat bersabar dan menunjukkan kecintaan besar hanya kepada Allah SWT," Imbuhnya.


Jumat, 11 Oktober 2013

Indahnya Kebersamaan

Betul apa yang pernah dibahasakan oleh seorang filsuf yang mengatakan, " Manusia adalah mahluk sosial " artinya bahwa manusia selalu tergantung kepada manusia lainnya, manusia butuh sosialisasi, manusia butuh komunikasi, semuanya itu hanya bisa terjadi bilamana ada manusia selain dari kita". Berawal dari landasan filosofis ini, sebagaimana manusia harus menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada bedanya kita dengan manusia yang lainnya dalam satu pandangan sebagai mahluk ciptaan Tuhan.

Kepala BPD, Kepala Dusun Bontotene, dan kawan2 dalam silaturrahim.
Dalam hubungannya dengan sosialisasi dengan manusia yang lainnya, disini manusia kadang melupakan eksistensinya, mereka kadang merasa dia yang paling berkuasa, kaya, pintar dan semuanya. Pada sesungguhnya, dalam hubungannya dengan pendekatan sosialisasi tersebut adalah bagaimana manusia mampu menempatkan dirinya bersama dengan orang lain yang berada disekitarnya. Manusia kerapkali menjauh dengan kita, disebabkan oleh karena ketidakmampuan kita mengikuti irama manusia lainnya, mereka menceritakan keangkuhan serta keegoisan kita, itu yang perlu kita sadari. Untuk itu, dalam bergaul sesungguhnya yang dibutuhkan adalah bahasa kesederhanaan dan keluwesan dalam bersikap.

Kebanyakan orang yang merasa diri lebih dengan orang lain, biasanya hanya dia yang mau berbicara  dan suaranya di dengar oleh orang lain, dan bahkan sering melupakan waktu, serta keberadaan orang lain yang ada disekitarnya. Inilah kemudian orang lain hindari, sehingga banyak orang menghindar darinya bukan karena manusia itu angkuh dan sombong, tapi berdasar kepada orang itu hanya mau menang sendiri, bicara sendiri dan tidak mau mendengar bahasa orang lain. Ini sesungguhnya banyak terjadi di masyarakat terutama di pedesaan.

Lalu, rahasia terbesar dalam komunikasi dengan masyarakat sesungguhnya hanya sederhana, yaitu jadikan pertemuan itu adalah ajang silaturrahim dan ajang berbagi informasi dua arah dan hindari pertemuan yang sifatnya hanya satu arah, buat situasi dalam pertemuan itu ada kerinduan, dan jadikan pertemuan itu adalah sarana mempererat persatuan dan persaudaraan.

Kondisi seperti inilah yang harus dihadirkan, dan buatlah suasana itu diawali dengan cengkarama yang mengasikkan dan dengan ending yang menyejukkan, dan buatlah janji untuk bisa melanjutkan kebersamaan dan menindaklanjuti pertemuan untuk sebuah keakraban dan rencana-rencana positif lainnya.

Gusdur seorang Negarawan yang menjadi salah satu manusia yang paling beruntung dan tidak pernah merasa susah dan sulit dalam menghadapi persoalan hidup dan negara selalu mengatakan dengan bahasa sangat sederhana, dan berkata, " kalau susah buatlah agar menjadi mudah, dan coleteh lainnya yang kemudian menjadi guyonan masyarakat Indonesia adalah " Begitu aja Repot ". Kalimat sederhana ini kalau kita interprestasikan mengandung sarat makna yang mudah namun memiliki arti yang sangat luar biasa, dan mencerminkan bahwa sesungguhnya bahwa itu sangat berenergi positif dan membuat orang senang mendengarnya. Inilah rahasia khusus seorang Gusdur yang tidak pernah merasakan kesulitan dalam mengurus hidupnya dan termasuk negara besar Republik Indonesia.

Dalam pergaulan sesungguhnya, inti dari permasalahan dan menjadi kata kunci kesuksesan dalam melaksanakan sosialita itu adalah dengan menjadikan kalimat ini sebagai landasan operasional sosialita itu, seperti yang pernah disampaikan oleh Gusdur yaitu, " satu musuh amatlah banyak, seribu kawan amatlah sedikit". Kalimat sederhana ini yang mampu menghadirkan relung-relung kerinduan dan keinginan untuk selalu bertemu dan bercengkrama sehingga terjalin sebuah keindahan dalam kebersamaan.

Korea Bantu UKM Perdesaan

Koran Sindo ; Jumat, 11 Oktober 2013

Kementerian Koperasi UKM bersama Korea Trade & Investment Promotion Agency (Kotra) menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan usaha kecil menengah (UKM) perdesaan. Kontra bersama sejumlah perusahaan akan membantu pengembangan program pemerintah Indonesia yakni"satu desa satu produk" (one village one product / OVOP).

Dalam perjanjian tersebut juga disepakati sebagian keuntungan perusahaan Korea yang ada di Indonesia akan digunakan untuk dana pengembangan OVOP. " Dalam hal ini, Kotra akan mengajak para pemuda berbakat dari kedua negara untuk berpartisipasi dan berencana mengembangkan masyarakat lokal secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja". Ujar Presiden Kontra Oh Young Ho di sela-sela penandatanganan MoU dalam acara bertajuk " Korea Indonesia Collaboration Day" di Jakarta kemarin.

Oh Young Ho mengatakan, kerjasama tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hubungan diplomatik ke 40 tahun antara Korea-Indonesia. Menurut dia, Kontra telah membuat kerangka kerja untuk menciptakan nilai baru melalui pertukaran ide-ide kreatif sumber daya manusia, bukan hanya pertukaran produk dan modal.

Deputi Menteri Bidang Pengkajian Sumber Daya UKM Kemenkop dan UKM  I Wayan Dipta mengatakan, pemerintah memulai langkah baru dalam kebijakan bilateral antara kedua negara serta kerja sama antara negara-negara di seluruh dunia. " Kita ingin produk UKM yang asalnya dari perdesaan ini bisa mendunia," ujar Wayan.

Wayan mengungkapkan, sampai tahun depan pemerintah menargetkan pengembangan 100 OVOP, tahun ini baru sekitar 73 OVOP. Terkait kerjasama dengan Kontra, Wayan menyampaikan bahwa mereka akan memberikan dukungan pengembangan kapasitas dan pemasaran." Misalnya peerbitan produk UKM OVOP tadi di Katalog, online, hingga masuk ke Lotte Mart", bebernya.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Andii Tawakkal ZL : Kajian kepemimpinan Kepala Desa Kalemandalle Plus Minus Programnya.

Wawancara live, mangasa, 05 Oktober 2013.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Kepala Desa Kalemandalle saat ini telah menjalankan beberapa program-program yang pernah dijanjikan, seperti tunjangan 1 juta bagi rakyat desa kalemandalle, program imprastruktur jalan, dan lain-lain sebagainya. Menurut Anda sebagai pengamat pemerintahan di Desa, bagaimana komentar Anda?

Tawakkal ZL : " Kepala Desa adalah yang ke enam setelah camat, dan berlambang garuda hanya presiden, gubernur, bupati dan kepala desa. Kepala Desa adalah penata pemerintahan disemua sektor yang mendukung terciptanya pemerintahan yang sehat dan berwibawa. Dalam hubungannya dengan program yang telah dilaksanakan, cukup baik dan diharapkan bisa berkesinambungan baik dalam pemerintahan dan pelayanan yang dia pimpin.

Menurut Anda, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat ?

Tawakkal ZL :" Harapan masyarakat sesungguhnya adalah pemerintahan yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Memiliki kepedulian dan perhatian kepada masyarakatnya. Perhatian yang dimaksud disini adalah mampu melayani masyarakat dengan tulus dan iklas dalam berbagai hal dan tidak tidak terlepas dari koridor-koridor yang telah ditetapkan dan melanggar aturan-aturan hukum yang berlaku.

Menurut Anda, kenapa masyarakat biasanya terdengar tidak simpatik dan mendengar pemerintah terutama di pedesaan ?
Tawakkal ZL : Pemerintah yang seperti biasanya tidak komit dengan program dan janjinya, dan pemerintah seperti itu juga yang diperhatikan adalah diri sendiri atau memperkaya diri sendiri, hak rakyat yang seharusnya dinikmati tidak sampai ditangannya.

Bagaimana dengan rakyat yang susah diatur atau arogan?

Tawakkal ZL : Pemerintah Desa sering kesal dan tidak memperhatikan rakyatnya, karena rakyat tersebut arogan dan tidak mau diperintah.

Bagaimana menurut Anda mengantisipasi tindakan rakyat tersebut ?
Tawakkal ZL : Pemerintah Desa harus senantiasa memberikan pemahaman tentang kewajiban dan hak masyarakat masyarakat. Dan bilamana gerakan-gerakan pemahaman dari sosialisasi masih juga tidak mau berubah, maka jalan yang ditempuh adalah diingatkan melalui aparat-aparat hukum supaya bisa menyadari kekeliurannya sebagai masyarakat Desa.

Harapan Anda sebagai pengamat pemerintahan Desa, apa pesan-pesan Anda dalam pengembangan Desa Kalemandalle ke depan?
Tawakkal Zl ; Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam melaksanakan program dengan menggunakan prinsip gotong royong dan saling menghargai, dan memahami hak-hak dan kewajiban masing-masing, saya yakin bahwa kepemimpinan dari Kepala Desa Kalemandalle akan berjalan sesuai dengan visi dan misi. Dan yang terakhir saya mendukung upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh Kepala Desa Kalemandalle semoga saja program-program ini berjalan berjalan terus menerus, Insya Allah.

Menuju Era Baru Pedesaan

Salam Perubahan, Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT, teriring salam dan salawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Memasuki pertengahan tahun 2015, semoga Desa Kalemandalle dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi segenap warga yang bernaung didalamnya begitupun para tamu yang berkungjung ke Desa Kalemandalle dapat merasakan hal serupa yang dirasakan oleh warga Kalemandalle sendiri. Pembangunan yang merata serta perbaikan infrastruktur desa semoga selalu mendapatkan kemudahan dalam perealisasiannya. dukungan dari semua pihak baik yang bersifat material maupun saran yang membangung dapat dikelolah dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh para aparatur desa Kalemandalle. Akhirnya, semoga apa yang menjadi Visi pengembangan Desa Kalemandalle dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama. Salam hangat dari keluarga besar Kalemandalle

Admin

Sarjayadi