Rabu, 18 Desember 2013

DPR Setujui Pengesahan RUU Tentang Desa

Jakarta (Antara) - DPR RI menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang desa setelah mendapatkan persetujuan dari semua fraksi dalam Rapat Paripurna DPR yang berlangsung di Gedung Nusantara II DPR di Jakarta, Rabu.
"Setelah mengalami proses pembahasan yang panjang, akhirnya Rancangan Undang-Undang tentang Desa disetujui oleh DPR untuk disahkan menjadi undang-undang," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.
RUU tentang Desa tersebut selanjutnya akan disahkan menjadi undang-undang setelah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam proses mencapai kesepakatan pada rapat paripurna itu, ada beberapa pandangan yang diberikan fraksi-fraksi terhadap RUU tentang Desa, salah satunya soal waktu jabatan kepala desa yang dinilai lebih baik diperpanjang hingga delapan tahun.
Pasal 39 ayat 1 RUU tentang Desa itu menyatakan kepala desa memegang jabatan selama enam tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.
Kemudian, pada ayat 2, kepala desa sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat menjabat paling banyak tiga kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut.
"Kami setuju (disahkan), dengan harapan kesejahteraan segera tercapai, namun Fraksi PKB perlu memberi catatan. PKB mengusulkan agar masa jabatan kades dua kali selama delapan tahun. Artinya, setiap kali delapan tahun," ujar anggota DPR dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding.
Selain itu, Fraksi PKB juga mengkritisi isi RUU tentang Desa itu pada pasal 72 ayat 2 yang menyatakan bahwa bantuan dana dari APBN dilakukan secara bertahap.
Fraksi PKB meminta agar dana transfer dilakukan menyeluruh, dan bukan bertahap.
"Kami berharap dana tranfer daerah tidak diberikan bertahap ke desa tapi sekaligus. Dan terakhir, selama ini pemilihan kades hasil urunan. Dalam UU ini, kami berharap akomodasi penuh biaya pemilihan kades ditanggung APBD," kata Karding.
Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PKS, PAN, Partai Gerindra, Partai Hanura, dan PPP menyatakan persetujuan terhadap RUU tentang Desa itu tanpa memberikan catatan.
"Untuk kemaslahatan desa, kami setuju RUU tentang Desa ini untuk disahkan menjadi undang-undang," kata Sekretaris Fraksi PPP Arwani Thomafi.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang memimpin rapat paripurna itu pun akhirnya mengetuk palu sebagai tanda persetujuan DPR agar RUU tentang Desa menjadi UU tentang Desa.
Keputusan DPR itu disambut gembira oleh para kepala desa yang ikut menghadiri Rapat Paripurna DPR.(rr)

Selasa, 26 November 2013

Kamaruddin Rani : Tokoh Inspritif dari Dusun Ballatabbua Desa Kalemandalle


" Orang pintar selalu mendapat permasalahan dan mampu menyelesaikan permasalahan itu dengan cepat, dan orang bijak melihat bagaimana orang pintar menyelesaikan permasalahannya ".
-------------------------------------

" Jangan pernah memilih pemimpin korup, ataupun pemimpin yang hanya mementingkan dirinya, siapapun dia, karena memilih pemimpin yang baik bukan didasari oleh gengsi keluarga dan juga didasari oleh keangkuhan dari keluarga besar, tetapi berdasarkan sosok pemimpin itu sendiri dan telah memberikan pengabdian yang tulus dan didasari oleh kecerdasan intelektual, emosional dan spitual. Ungkap Kamaruddin Rani".

Kamaruddin Rani, sosok yang berpengalaman dalam segala bidang, pernah bekerja di perusahaan BUMN - Pabrik Kertas Gowa (PKG). Perusahaan tempat bekerja dulunya merupakan perusahaan yang terpandang dan dikagumi bukan saja masyarakat kabupaten Gowa, tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Bekerja di PKG adalah anugrah tersendiri, selain gaji yang tinggi yang diberikan oleh BUMN ini, juga beberapa fasilitas juga diberikan kepada karyawannya.

Selain itu, ketekunan, kesabaran, dan kemampuan bersosialisasi juga diterima oleh masyarakat, selain ramah dan baik hati, juga sosok yang selalu percaya kepada siapa saja, tetapi satu hal yang membuatnya hidup merdeka dan aman dalam kehidupan bermasyarakat adalah prinsip terhadap pemisahan antara yang bathil dan haq selalu dijaadikan patokan dalam menjalankan hidup dan kehidupan, sebagai orang tua dikenal sebagai orang tua yang sangat bijaksana dan terus berjuang untuk anak-anaknya, terbukti mampu mendorong  anaknya untuk terus sekolah dan mencetak  anaknya menjadi sarjana.

Saat ini, telah bermukim di Dusun Ballatabbua Desa Kalemandalle, sebagai Ketua Kelompok Ternak " Dalle Tabbua ". Kelompok ini beranggotakan 20 orang. Sebagai ketua kelompok ternak, selalu mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan terakhir pelatihan di ikuti pelatihan untuk ternak di Bogor Jawa Barat. Kemampuan mengolah kelompok sangat baik, sehingga sapi ternak yang ada telah berproduksi dan telah memberikan dampak positif terhadap anggota. Keberhasilan pengelolaan kelompok ini, mendapat respon dari pendamping sehingga kesempatan sangat berharga diberikannya yaiut fasilitas dana KPPE dari pemerintah juga telah diperolehnya dari BRI-Sungguminasa dengan total perkuatan dana KPPE yang diperoleh sebesar Rp. 200.000.000,- . 

Keberadaan ternak sapi ini, juga telah berkonstribusi dalam pengurangan beban keluarga yaitu gas. Berkat pengelolaan limbah ternak tersebut, kini telah hadir biogas yang mampu mensuplai beberapa rumah tangga, dan harapan kedepan keberadaan biogas ini bisa ditingkatkan untuk bisa menambah beberapa rumah tangga. 

Sangatlah terhormat orang tua ini, dan dipandang layak sebagai seorang tokoh, selain jujur, adil dan mampu membuat suasana kering menjadi sejuk dimana saja berada, sehingga 1 hari saja tidak bersamanya membuat orang merindukannya. Tidak salah ungkapan yang selalu dibahasakan oleh beliau, dan juga mengutip statement tokoh yang berpengaruh di Republik ini, dengan berkata," 1 musuh amatlah banyak, seribu kawan amatlah sedikit". 

Harapan kedepan adalah bertambahnya jumlah tokoh-tokoh masyarakat yang mampu memberikan contoh sekaligus inspritatif kepada anggota masyarakat lainnya. Sebab, kehadiran beberapa tokoh bisa memberikan dampak yang luar biasa terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Kalemandalle. Sebagai penulis, mengucapkan terus berjuang OM RANI, dan semoga amal ibadah serta perjuangan dan kegigihan memperjuangkan yang haq selalu ada dan konsisten dalam menjalankannya. 


Sarjayanto, staf dari Institut Paripurna;
-------------------------------------------

Senin, 18 November 2013

Kepala Desa Kalemandalle, Menerima Penghargaan PBB 2013 oleh Bupati Gowa

Kepala Dusun Bontotene & Ketua BPD. Kalemandalle
Dalam peringatan hari jadi Gowa 693, yang ditempatkan di Ballalompoa Sungguminasa dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Gowa, Pemangku & Keturunan Raja Gowa, Camat dan Kepala Desa Se Kabupaten Gowa. Dalam rangkaian kegiatan hari jadi tersebut diberikan penghargaan kepada Kepala Kecamatan dan Kepala Desa yang berprestasi dalam penerimaan pajak bumi dan pembangunan (PBB) yang telah melunasi pajak pembangunan sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan tersebut, salah satu dari beberapa kepala desa yang menerima penghargaan tersebut yaitu Kepala Desa Kalemandalle. Prestasi yang luar biasa ini patut diacungi jempol, karena baru empat bulan sehabis dilantik, sudah mampu mendapat penghargaan dari Bupati Gowa. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah desa Kalemandalle membuktikan mampu mengelola pemerintahan dengan baik, terbukti kolaborasi kerjasama dengan Kepala Dusun yang ada di Desa Kalemandalle. 

Peran pemerintahan yang baik ini juga tidak terlepas dari kerjasama pemerintah desa bersama dengan BPD Kalemandalle yang memiliki kapasitas dan kemampuan serta jaringan internal dan eksternal yang mampu memberikan konstribusi maksimal dalam pengembangan desa Kalemandalle ke depan. Sehubungan dengan penerimaan penghargaan tersebut, Ketua BPD Kalemandalle mengatakan bahwa, penghargaan ini adalah merupakan prestasi yang perlu diapresiasi, tetapi juga menjadi acuan untuk menjadi lebih baik kedepan dan diharapkan selain penghargaan dibidang PBB, juga penghargaan dibidang lainnya, ungkap Daeng Mangung sebagai Kepala Desa Kalemandalle. Selain itu, penghargaan tersebut oleh Kepala Desa Kalemandalle mengatakan, bahwa apa yang diterima pada hari ini bisa diperoleh atas partisipasi masyarakat dan  kerjasama dengan para kepala dusun yang ada di Kalemandalle. Jadi penghargaan ini adalah penghargaan untuk seluruh masyarakat desa Kalemandalle, ungkap Burhanuddin, SE sebagai Kepala Desa Kalemandalle.


Sabtu, 16 November 2013

Banyak Bicara, Banyak Tau, Banyak Mimpi....Pasti Berlalu.

Merasa jadi tokoh, disetiap tempat-tempat pertemuan selalu menjadi bahan cibiran, dan tidak pernah merasa bahwa beberapa orang mentertawainya. Tokoh yang merasa menjadi tokoh ini, selalu menjadikan dirinya yang paling hebat dan merasa pendidikannya paling tinggi, tetapi cara bicaranya masih perlu membaca banyak referensi atau masih harus belajar berkata-kata, berbahasa, sehingga dapat berbicara dan berbahasa dengan baik dan enak didengar. \

Merasa tokoh ini, bukan berarti tidak ada pengikutnya, dan bukan pula semua orang membencinya, tetapi juga ada orang yang menyukainya,..mungkin satu golongan kali, yang mungkin juga ingin dikatakan tokoh masyarakat (belajar mengiklankan dirii). Kelompok ini, haus penghargaan, haus kemenangan, haus materi, haus kebanggaan, sampai akhirnya kelompok ini haus akan identitas. 

Merasa tokoh sesungguhnya identik dengan kata "KAUM KRISIS IDENTITAS"  yang ingin menggapai tujuan tetapi tidak pernah melaksanakan aksi-aksi terpuji dan dikenang masyarakat. Krisis identitas ini tak lebih sebagai pecundang yang terlahir dari kandang silat kampung yang baru 10 langkah dan kuda-kuda, sudah mengklaim dirinya mampu  mengalahkan Jet Lee dan Bruslie, sehingga dengan kemampuan sebatas itu, sudah tampil pede dan merasa diri paling hebat dikampung itu.

Mari  menyadari diri, untuk tidak sembarang bicara, dan belajar untuk mengetahui apa dampak dari setiap bahasa yang disampaikan, dan mampu memaknai serta menghitung-hitung keuntungan dan kerugian yang akan muncul dari setiap rentetan kalimat-kalimat itu. Sakolahki,...di..............

Berhentilah Merasa Tokoh, ................................... tarada guna, anda tidak akan pernah menempati ruang hati di masyarakat.....bilamana anda terus merasa menjadi Tokoh.

Kamis, 31 Oktober 2013

Trik Menagih Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh Kepala Dusun Bontote'ne Desa Kalemandalle Kecamatan Bajeng Barat .

Kepala Dusun di Hotel Sahid Makassar
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan kewajiban masyarakat yang memiliki tanah dan bangunan. PBB ini merupakan pendapatan negara yang kemudian dialokasi untuk pembangunan dalam segala bidang. Menagih pajak bukanlah hal yang gampang, tetapi sangat susah bilamana tidak memiliki trik khusus. Kepala dusun ini terpilih diwawancara, karena team paripurna institut memberikan rekomendasi dan penilaian bahwa Kepala Dusun Bontote'ne dalam menjalankan tugas sebagai penagih pajak menjadi nomor satu dalam pencapaian target dengan jumlah yang besar, tidak sama dengan kepala dusun yang lainnya. Untuk itu, Paripurna Institut, mengundang salah satu kepala dusun di desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat yaitu Kepala Dusun Bontote'ne Pattarungan, Bpk. Molla Daeng Nambung.

Paripurna Institut : Berapa jumlah PBB yang menjadi tanggungjawab bapak, untuk ditagih dimasyarakat?

Molla Daeng Nambung : Jumlah PBB di Desa Kalemandalle Rp. 30.300.000,- (tiga puluh juta tiga ratus ribu rupiah), yang dibagi kepala 5 kepala dusun, masing-masing dusun. Untuk tanggungjawab saya sebagai kepala dusun Bontote'ne Rp. 10.300.000,-.

Paripurna Institut : Berapa lama ditagih dan bagaimana caranya menghadapi masyarakat yang malas membayar pajak?

Molla Daeng Nambung : untuk penagihan sejumlah pajak sebesar tersebut, saya hanya membutuhkan waktu 1 bulan, itupun tidak seluruh waktu 1 bulan tersebut digunakan. Dan menghadapi masyarakat yang malas membayar pajak itu saya biasanya mendatangi berulang kali, sambil memberi pemahaman betapa pentingnya pajak bumi dan bangunan (PBB) itu harus dibayar, menagih pajak harus sabar dan terus berusaha bagaimana caranya wajib pajak tersebut membayar pajaknya. 

Paripurna Institut : Kalau ditarget harus selesai misalnya bulan ini, sementara pajak belum terkumpul dari masyarakat, bagaimana langkah bapak untuk menyelesaikan sesuai dengan target yang waktu yang diberikan?

Molla Daeng Nambung : Sebagai pemerintah dusun harus melindungi rakyatnya jangan sampai gara-gara pembayaran pajak menjadi malu, sehingga langkah saya untuk bisa mencapai target dan melunasi sebelum jatuh tempo, saya menggunakan uang pribadi untuk menutup kekurangan pembayaran pajak tersebut, dan selanjutnya kekurangan dari pajak yang belum tertagih, saya tagih perlahan-lahan sampai uang pribadi saya kembali.

Paripurna Institut : Apakah bapak tidak merasa dibebani sebagai kepala dusun?

Molla Daeng Nambung : Saya tidak merasa terbebani karena saya menganggap bahwa itu sudah menjadi tanggungjawab saya sebagai pemerintah dalam membantu masyarakat di dusun saya, dan setidaknya masyarakat di dusun saya merasa sangat berbahagia dan merasa terbantu, sehingga jika saya turun menagih masyarakat langsung membayar pajaknya, dan itu saya lakukan setiap tahun. 

Paripurna Institut : Apa yang menjadi target bapak, sehingga bapak berani melakukan cara menebus dengan uang pribadi?

Molla Daeng Nambung : Target saya sesungguhnya hanyalah membuktikan kepada masyarakat bahwa saya juga bisa menjadi pemimpin yang baik, dan membantu pemerintah desa (Kepala Desa Kalemandalle) untuk mencapai target penerimaan pajak yang harus disetor kepada pemerintah kabupaten tepat waktu, dan semoga Desa Kalemandalle bisa menjadi pembayar pajak nomor satu di Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa umumnya,  dan mari kita mendoakan supaya target pajak bisa dilunasi sebelum jatuh tempo berakhir dan Desa Kalemandalle bisa menjadi Desa Percontohan dalam hal pembayaran pajak.



Selasa, 29 Oktober 2013

P3A Kalemandalle-Evaluasi Mandor

Senin, 28 Oktober 2013 dilaksanakan rapat P3A di ruang rapat kantor Desa Kalemandalle, untuk membahas dan mengevaluasi mandor-mandor air, mengingat musim tanam tidak lama lagi. Mandor merupakan salah satu faktor kesuksesan petani dalam mencapai upaya-upaya peningkatan produktivitas petani, bukan hanya kekurangan air yang harus diperhatikan kelebihan airpun menjadi perhatian dan tugas mandor agar padi-padi yang ditanam oleh masyarakat tidak tergenam. 

Dalam rapat tersebut, anggota P3A mengusulkan agar mandor yang ada dipertahankan, dan memperbaiki kinerja, namun demikian bilamana dalam menjalankan tugasnya sebagai mandor tidak menjalankan tugas dengan baik, dalam artian anggota P3A banyak yang mengeluhkan, maka diminta untuk tahun depan diadakan evaluasi dan selanjutnya perlu dipilih mandor yang bisa menjalankan amanah dengan baik, ungkap Mansyur Naro salah satu dari anggota P3A yang hadir dalam rapat tersebut.

Mandor menjadi kekuatan utama bagi petani, bukan hanya air yang perlu diawasi atau didatangkan, tetapi hal-hal lain yang perlu dilakukan adalah memperhatikan saluran-saluran air yang ada agar air bisa berjalan dengan baik, dan menjadi perhatian utama selalu harus koordinasi dengan para mandor yang lainnya, dan bilamana ada hal-hal teknis yang perlu penanganan pemerintah desa agar di koordinasikan dengan pemerintah Desa. 

Dalam kesempatan tersebut, Dg. Bani dan Misi Kulle masih tetap dipertahankan untuk terus meningkatkan kinerja dan hasil kerjanya, semoga saja kerjasama antara mandor dan petani serta perhatian pemerintah desa, masyarakat petani bisa mencapai hasil yang maksimal.


Senin, 28 Oktober 2013

Mainset Masyarakat Desa Vs. Pembangunan Desa ; Haeruddin (Institut Paripurna)

Melakukan hal-hal yang baik dan konstruktif  merupakan suatu keharusan bagi pemerintah desa Kalemandalle dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan masyarakat yang dinamis aman dan damai. Program yang baik adalah tuntutan yang harus dijalankan secara bertahap dan dilaksanakan secara terus menerus untuk mencapai tujuan dari sebuah siklus pemerintahan. Pembangunan masyarakat desa di mulai dari perubahan pola fikir masyarakat. Perubahan itu harus terjadi, mengingat proses pembangunan yang baik hadir dari keseragaman pola fikir masyarakat untuk mendukung program pemerintah yang baik dan berpihak kepada masyarakat.

Apa yang harus dilakukan dalam merubah mainset masyarakat Desa?
Masyarakat desa terdiri dari beberapa jenis karakter, diatara karakter yang dimaksud adalah masyarakat awam dan masyarakat intelektual. Masyarakat awam ini adalah masyarakat yang lugu dan cepat menerima informasi tanpa memperhatikan efek yang ditimbulkannya. Sedangkan masyarakat intelektual adalah masyarakat yang mampu menganalisa dan secara empris melalui pendekatan ilmiah serta budaya yang ada di desa Kalemandalle tersebut. 

Apapun modelnya sebuah program harus sosialisasikan dan diuji coba kepada masyarakat, dan meminta tanggapan tokoh masyarakat serta menguji kelayakan program tersebut, apakah program yang dilaksanakan memberikan manfaat atau tidak kepada masyarakat. Kalau program tersebut memiliki manfaat yang besar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, maka perlu dibuatkan payung hukum minimal peraturan desa, agar masyarakat bisa memahami dan menjalankannya dengan baik. 

Memperhatikan banyak dimensi dalam pemberlakuan sebuah program di Desa menjadi sebuah keharusan, agar dalam menetapkan peraturan-peraturan dapat dengan mudah dipahami, disebabkan oleh kajian dari berbagai dimensi yang dimaksud. Salah satu point penting dari dimensi yang dimaksud adalah budaya dan agama. Keamanan dan kedamaian bisa hadir jika program yang dilaksanakan syarat dengan budaya dan agama. Sebab bila budaya dan agama yang sudah ada terkikis dari pola hidup masyarakat yang sudah keyahudian, akan berdampak besar pada keamanan dan kedamaian masyakat. Untuk itu, dalam memprogram sebuah kebijakan hendaknya mempertahankan nilai budaya yang konstruktif dan mempertahankan aturan-aturan agama yang sudah, jangan sampai kita melanggar dan meruntuhkan nilai-nilai dari budaya tersebut.

Untuk itu, perubahan mainset sangat diperlukan, bukan hanya masyarakat desa Kalemandalle, tetapi semua elemen-elemen di Desa Kalemandalle harus melakukan perubahan mainset, terutama pemerintah dan aparat-aparat desa. Kemampuan aparat-aparat desa dalam mengejawantahkan berbagai program dari Kepala Desa dengan baik dan benar, akan memberikan konstribusi dalam perubahan mainset masyarakat secara keseluruhan. 

Untuk itu, bekerja keraslah dan lakukan segera pembenahan-pembenahan dengan bijak dan tetap menjaga nilai-nilai dasar yaitu saling harga-menghargai dan saling menghormati tanpa memandang golongan ataupun kelompok, kasta dan kedudukan. Segera laksanakan pendidikan untuk rakyat dimulai dari prilaku serta mainset dari aparat desa dan pemerintah desa Kalemandalle.


Jumat, 25 Oktober 2013

Sarjayadi : Mahasiswa UNM yang Mandiri dari Desa Kalemandalle

Pagi bertempat di jalan Landak no. 33 B, sosok mahasiswa mandiri, dan  aktifitis dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar, bersiap-siap menunju Hotel Sahid untuk mengikuti Forum KTI 2013, dan hari ini adalah hari dimana Forum KTI 2013 ini akan ditutup dengan menghadirkan  pemateri dari perbankan yang akan membahas tentang kemudahan kredit dari  BNI, dan Bank Papua.

Team Paripurna Institut, mewancara langsung dengan Sarjayadi, dengan hasil wawancara sebagai berikut :


Sarjayadi dan Askar, di  Clarion Hotel
Team Paripurna :  Kenapa Anda rajin mengikuti kegiatan seminar-seminar dan pelatihan?

Sarjayadi : Sederhana saja, pelajaran dikampus tidak bisa membuat kita cerdas, karena waktu pembelajaran di kampus relatif singkat, dan perlu ada kegiatan-kegiatan diluar kampus yaitu dengan mengikuti pelatihan, seminar dan sosialisasi lainnya baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta.

Team Paripurna : Apa saja yang diperoleh dari kegiatan pelatihan dan seminar ?

Sarjayadi  : yang dipeoleh dari kegiatan seminar-seminar dan pelatihan itu sangat membantu saya dalam memperkaya khasanah keilmuan saya sebagai calon sarjana, kenalan-kenalan yang bisa memberikan konstribusi pemikiran dan selain itu, tentunya mendapat banyak hal-hal yang tidak pernah didapatkan di kampus terutama pada pembelajaran etika dan komunikasi positif.

Team Paripurna : Untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut, dari mana anda memperoleh informasi bahwa ada seminar atau pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta?

Sarjayadi :  Informasi tersebut saya peroleh dari kenalan-kenalan yang sering bersama dalam kegiatan seminar dan pelatihan, dan konstribusi informasi terbesar dari senior-senior di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan dan Makassar, serta senior-senior yang ada di departemen milik pemerintah.

Team Paripurna : Pelatihan dan seminar yang pernah di ikuti dan tempatnya dimana?

Sarjayadi : Seminar-seminar yang saya ikuti hampir semuanya adalah sosialisasi UU terbaru, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) oleh Kementrian Keuangan, Perpajakan, Teknologi Informasi, forum bisnis dan Proses dan investasi dan penanaman modal daerah, keparawisataan, pengembangan UMKM, pelatihan perkoperasian, perdagangan dalam luar negeri, AFTA dan Community ASEAN 2015, dan lain-lain sebagainya. dan tempatnya dilaksanakan diberbagai hotel di Makassar, Clarion, Sahid, Jade, Swiss Bel, Denpasar Hotel, Trisula, Boulavard, Horison, Losary Beach, Arya Duta, D'Bugis Hotel, Comport, Grand Celino, Al Badhar Hotel, Agraha Hotel, Jetstar, Prima hotel, hotel jade, Singgasana Hotel, Grand Palace Hotel, Colonial Hotel, Quality Hotel, Aswin Hotel, dan lain-lain sebagainya.

Team Parpurna :  Apa manfaat terbesar dari mengikuti seminar dan pelatihan tersebut, yang saudara rasakan?

Sarjayadi : Jaringan dan Informasi.

Team Paripurna : Apakah pengalaman-pengalaman ini, mampu menghindarkan diri Anda dari Gelar Sarjana Pengangguran?

Sarjayadi : Saya sangat optmis bahwa dari jaringan dan informasi yang saya peroleh telah memberikan konstribusi besar bagi saya sebagai mahasiswa, dan informasi-informasi inilah kemudian akan saya jadikan sprit untuk meraih impian saya sebagai manusia yang sukses di masa-masa yang akan datang.

Team   Paripurna : Apakah kedepan, Anda bercita-cita jadi beban Negara?
Sarjayadi : Jiwa saya sesungguhnya adalah jiwa entrepreneur, saya ingin membuka lapangan pekerjaan dan membantu pemerintah mengurangi pengangguran, tetapi bila rezeki lain seperti PNS misalnya ada peluang dan saya diterima, itu tidak bisa kita tolak, tetapi keberadaan saya nantinya didalam PNS tersebut, betul-betul bekerja dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa.

Team Paripurna : Menurut Anda, apa yang menjadi pesan kepada Mahasiswa di Seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa asal kampung Anda, Desa Kalemandalle ?

Sarjayadi : Pesan saya adalah Janganlah menjadi mahasiswa yang hanya bisa datang  ke kampus dan pulang kampung bila libur, ataukah menjadi mahasiswa yang mengandalkan catatan satu lembar, menjadi mahasiswa sibukis, tetapi jadilah mahasiswa yang mampu berfikir konstruktif dan mandiri, dengan jalan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mengasah diri dan mencari peluang-peluang penerimaan dana yang kemudian bisa hidup di kota makassar dan menutup biaya sekolah dan tidak terlalu membebani orang tua, atau perlu bagaimana kita bisa membantu orang tua dalam mengurangi beban pikiran dan kehidupan keluarga. Dan pesan terakhir, jangan menjadi sombong dan angkuh tapi buatlah orang yang ada disekeliling kita jadi bangga dan senang bersama kita.

Demikian  wawancara singkat ini, semoga mahasiswa desa Kalemandalle bisa membaca dan menjadikan contoh bagaimana seorang Sarjayadi mampu mengolah waktu untuk bisa semakin cerdas dan berpenghasilan, dan satu hal yang menjadi contoh yang perlu disebarluaskan sebagai sprit bagi pelajar mahasiswa lainnya, keberanian diri untuk memasuki cela jaringan dan informasi dari berbagai khalayak. Prinsip hidup dari Sarjayadi untuk bisa mandiri dan terpercaya dimasa yang akan datang. Gerakan revolusioner dan pencitraan diperlukan dalam meraih impian dan kesuksesan di masa yang akan datang. 

" Jika Anda tidak suka sesuatu, ubahlah. Jika Anda bisa tidak mengubahnya, ubahlah sikap Anda. "
Maya Angelou, Penulis AS




Selasa, 22 Oktober 2013

Bahaya Laten - Korupsi dan bilang tidak untuk Korupsi

Oleh : Syafri,Sarjayanto & Sarjayadi  (Team dari  Paripurna Institute) 

Dalam sebuah perbincangan diantara beberapa masyarakat yang ada di desa, tiba-tiba datang seorang yang berinisial " S " menyodorkan sebuah dokumen untuk ditandatangani oleh pemerintah setempat, saat itu pemerintah tersebut tidak menandatanganinya karena proposal itu untuk desa, tetapi ketika cair, permohonan pembelian A tidak ada fisik di desa, dengan berdalih bahwa apa yang dibelinya ditaruh di di desa dan kecamatan lain.

Ditempat lain juga terdengar informasi bahwa Imam A, telah melakukan tindak pungli yang memberatkan bagi mempelai laki-laki dengan dimintai pembayaran biaya nikah dalam jumlah sangat material, sementara hal tersebut sudah pernah disampaikan kepada Imam untuk tidak melakukan hal tersebut.

Cerita lain juga telah terekspos begitu melekat dihati para masyarakat, pengelola PNPM A telah melaksanakan aksi merugikan rekanan dan menyimpan beban derita kerugian mpai puluhan juta rupiah dan sampai sekarang juga belum dilunasinya. 

Pernah juga menjadi kejadian yang sempat membuat malu besar, ketika sebuah kantor desabeban listrik yang tidak terbilang besar, (kecil) sempat tidak dibayar berbulan-bulan dan listrik dicabut. Bantuan pemerintah untuk komunikasi dan informasi berupa;  antene dan komputer serta perangkatnya dipasang dirumah penduduk oleh oknum yang seharusnya ditempatkan di kantor desa untuk dinikmati oleh masyarakat desa. Belum lagi tempat lain, raskin disunat dan tidak dibagi sampai enam bulan oleh kepala dusunnya, dan masih banyak yang lainnya yang dilakukan oleh masyarakat sudah terindikasi korupsi. 

Beberapa kejadian diatas, adalah salah satu dari sekian jenis-jenis korupsi yang dilakukan oleh oknum, ada  permintaannya berdasarkan kelompok atau untuk masyarakat, namun  dinikmati sepihak oleh ketua dan orang-orang tertentu. Ada juga oknum dengan mengatasnamakan agama juga mempermulus aktivitas korupsinya, mereka melakukannya dengan modus yang berbeda-beda dan terakhir merugikan pemerintah dan juga masyarakat. 

Kenapa mereka korupsi ?

Dari hasil pengamatan dari penulis, kebanyakan dari pelaku korupsi (koruptor) itu sudah masuk dalam kategori power sindrom, ingin cepat kaya, dan ingin menjadi terhormat dari materi yang dimilikinya, dan ada juga karena terdesak dengan ekonomi (hutang dll) dan ada juga sudah menjadikan hobby. Sadar atau tidak sadar, mengambil hak orang lain yang bukan hak kita, sesungguhnya itu sudah menjadi perilaku korup, yang sesungguhnya merugikan. Dampak dari kata merugikan ini, akan melahirkan doa-doa dari mereka yang dirugikan atau terzolimi tersebut, dan akan berbuah kesengsaraan bagi pelaku korup tersebut, dengan membuat tidak tenang hidupnya, menderita sakit yang tidak ada obatnya, dan di penjara dengan waktu yang lama.

Dampak dari beberapa bukti-bukti dan pengalaman serta siksaan yang didapat secara langsung dan diadili oleh aparat hukum serta hukuman-hukuman dari Allah, belum menjadi bahan perenungan sekaligus menjadi bahan pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melaksanakan tindak pidana korupsi tersebut.

Apa kita salah mendidik Anak, sampai menjadi Koruptor?

Semua orang pada dasarnya selalu ingin melihat anaknya menjadi anak yang sholeh, anak yang berbakti kepada Negara, Agama dan Masyarakat. Namun, tanpa kita sadari dalam proses membina dan merawat anak tersebut, ada hal-hal yang kita lupakan, ternyata ada saripati makanan yang diberikan kepadanya dari sumber-sumber yang haram (korup), yang telah menyatu dalam daging-daging mereka, sehingga sadar tidak sadar meraka telah dilahirkan dan dibesarkan sebagai calon koruptor. 

Mari kita renungkan bersama, dan menjadikan pelajaran berharga, betapa banyak orang-orang yang melakukan tindak pidana korupsi yang telah dipublikasikan dan dipenjara. Mari kita saksikan pula, beban derita istri dan anaknya dari ulang sang ayah yang koruptor, mereka menjadi terdiskriminasi dan menjadi cemohan anak-anak disekitarnya. Marilah kita senangtiasa menjaga diri kita masing-masing, dari azab Allah yang begitu luar biasa, maka dari itulah mari kita berusaha keras untuk tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi baik yang dilakukan sendiri maupun kelompok. Hindarkan anak-anak kita, dari sumber-sumber materi yang haram, karena sesungguhnya cikal bakal hadirnya sampah masyarakat dari proses pemberian makanan dan minuman yang menjadi saripati yang kemudian tumbuh berkembang dengan racun yang siap untuk membikin malu keluarga dan masyarakat.

" JAUHKAN DIRI DARI KORUPSI & INGAT BAHAYA LATENT KORUPSI?"
BEBASKAN  APARAT  DESA  DARI  PRILAKU  KORUP 

KIWA segera dibangun di Pattallassang

Sungguminasa - Pemkab Gowa segera merealisasikan pembangunan Kawasan Industri Gowa (KIWA) di Kecamatan Pattallassang dalam waktu dekat ini. Sesuai ijin prinsip yang diterbitkan Kantor Perijinan Terpadu Satu Atap (Sintap), megaproyek tersebut dalam tahap pembebasan lahan seluas 900 hektare yang dibagi dalam dua tahap,

Tahap pertama akan dibebaskan seluas 400 Ha dan tahap kedua dibebaskan 500 Ha. Perusahaan PT. Jasmin yang bekerjasama dengan pemkab sudah dilakukan sosialisasi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa, Taufiq Mursad mengatakan pembangunan KIWA merupakan terobosan pemkab untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab, kawasan industri ini diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian Gowa.

"Kiwa ini juga merupakan pusat ekonomi diseluruh perusahaan di kawasan Indonesia Timur wilayah selatan. Dan ini juga mendukung pengembangan mamminasata, yakni makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar," ujarnya kemarin.

Kiwa yang dibangun di Pattalassang akan hadir perusahaan-perusahaan berbagai jenis, misalnya agro, UKM, kakao, getah pinus. Lokasi strategis dan bisa dijangkau dalam waktu 25 menit dari pelabuhan dan bandara.

Sumber : Koran Sindo : Rabu, 23 Oktober 2013

Senin, 21 Oktober 2013

Pengurus PNPM Kalemandalle, direstrukturisasi

PNPM salah satu program pemerintah sampai saat ini masih berjalan, dan memberikan dampak yang luar biasa terhadap pembangunan. Eksistensi PNPM di Desa Kalemandalle sejak awal dan sampai sekarang memiliki cerita khusus dan terkesan vulgar.

Sejak pemerintahan desa terganti, Kepala Desa Kalemandalle dengan berbagai masukan dan pertimbangan dari masyarakat  dan  hasil pengamatan dari kondisi real di lapangan, pengurus PNPM yang ada saat sekarang ini  tidak layak untuk dipertahankan, dengan alasan tidak memberikan prestasi yang patut dihargai. Kebijakan tersebut patut untuk diberikan apreasiasi, untuk apa dipertahankan bila SDM yang ada tersebut tidak memiliki kapasitas serta accountabilitas, karena kondisi tersebut bila dipertahankan akan berdampak besar terhadap program-program pemerintah Desa yang baru yaitu pemerintahan desa yang baik dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 

Untuk itu, kita ucapkan saja selamat jalan kepada pengurus PNPM dan mari kita menyambut pengurus PNPM baru tersebut, dengan sebuah keyakinan semoga pengurus yang baru tersebut bisa belajar dari PNPM yang lama, untuk tidak lagi mengulangi kinerja buruk tersebut dan semoga pengelolaan PNPM di Desa Kalemandalle bisa menunjukkan prestasi di Kecamatan Bajeng Barat. Adapun keputusan rapat pemilihan pengurus PNPM baru adalah Dg. Buang (Ketua) warga dusun Kalemandalle 2, Lukman Empo (Sekertaris) dan Dg. Tata (Bendahara) warga dusun Bontotene.

Pesan singkat untuk para pengurus baru,
" Mengabdilah dengan baik, dan tunjukkanlah prestasimu, sebab dengan pengabdian dan prestasi akan melahirkan rekomendasi untuk kehidupan  yang lebih baik dimasa yang akan datang".

Selamat bekerja saya ucapkan kepada Pengurus PNPM yang baru....!!!!

Sabtu, 19 Oktober 2013

Sarjayanto : Pembangunan SDM Kalemandalle

Sarjayanto-Mahasiswa Jur.Akuntansi Universitas 45 Makassar
Pembangunan desa tidak hanya pada pembangunan fisik yang ada di desa, namun pembangunan desa secara komprehensif yang harus digalakkan dalam upaya meniti keberhasilan pembangunan terletak pada peningkatan SDM masyarakat Desa, terutama pemuda sebagai penerus perjuangan dan sebagai agen perubahan di masa yang akan datang.

Konteks pembangunan manusia di sini menjadi prioritas utama selain dari pembangunan fisik, dimaksudkan agar dalam rencana-rencana ke depan masyarakat mampu menterjamahkan berbagai program-program yang berpihak pada masyarakat. Pembangunan SDM adalah upaya-upaya untuk melakukan perubahan mainset masyarakat terutama bagi pemuda dalam melaksanakan gerakan-gerakan perubahan yang diharapkan dimulai dari desa.

Perubahan-perubahan yang dimaksud adalah perubahan pola fikir untuk selalu memperhatikan kondisi-kondisi objektif yang kemungkinan bisa ditularkan melalui pesan-pesan kepada masyarakat lainnya yang kemudian dapat berimbas positif dan memperbaiki fikiran-fikiran masyarakat secara berangsur-angsur dalam menjalankan aktifitasnya sebagai masyarakat yang memiliki pemerintah dan program-program yang berkelanjutan terutama dalam kaitannya dengan pengembangan dan peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat, peningkatan SDM masyarakat, dan penguatan moral masyarakat dengan mencoba menerapkan prosedur budaya dan hukumi dalam menata kehidupan bermasyarakat.

Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu hadirnya keinginan masyarakat untuk saling berlomba dalam mengejar pendidikan yang semakin tinggi, dan berlomba untuk memiliki keterampilan lunak (soft skill) serta aplikasi keterampilan yang kemudian akan merubah kondisi perekonomian masyarakat, terutama masyarakat yang selama ini dikenal sebagai masyarakat marginal.

Untuk itu, program sosialisasi pendidikan dan pelatihan agar senantiasa  menjadi perhatian pemerintah Desa Kalemandalle ke depan, karena dengan pendidikan dan pelatihan masyarakat akan menjadi pintar dan selektif menerima informasi dengan tetap mengedepankan logika berfikir dalam menyatakan pendapat dan statement-statement. Untuk itu, harapan saya kedepan, pendidikan bagi masyarakat perlu digalakkan dan di promosikan dengan tujuan utama adalah peningkatan kemampuan serta skill masyarakat yang kemudian dapat memberikan warna pada perubahan mainset masyarakat di masa-masa yang akan datang.

Jayalah Desaku, dan selamat bekerja bagi Pemerintah Desa Kalemandalle, harapan perubahan ada dalam genggaman pemerintahan yang baik dan berwibawa. 



Selasa, 15 Oktober 2013

Desa Kalemandalle : Idhul Adha 1434 H Sukses

Bontobaddo, 15 Oktober 2013

Pelaksanaan hari raya Idhul Adha 1434 H adalah moment paling penting sebagai ummat Islam untuk kembali merenung betapa nilai perjuangan seorang yang bergelar nabi yaitu Ibrahim dalam membuktikan kecintaan kepada Allah SWT. Moment ini seluruh ummat Islam di dunia memperingatinya sekaligus mencoba menjalankan amanah dan salah satu perjuangan Nabi Ibrahim yaitu berkorban untuk berbagi dengan panti asuhan dan orang-orang yang wajib menerima daging kurban tersebut.

Sama halnya di Desa Kalemandalle, peringatan hari raya idhul qurban dilaksanakan dengan meriah dan penuh suka cita, ribuan masyarakat dari berbagai dusun berbondong-bondong mendatangi lokasi pelaksanaan idul adha yang ditempatkan di tanah lapang dusun Mattirobaji. Kepala Desa Kalemandalle dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran masyarakat dalam pembangunan di Desa sangat berpengaruh dalam pelaksanaan visi pemerintahan Desa yang bersih dan baik. Untuk beberapa program yang telah disampaikan juga telah disampaikan sekaligus peraturan di desa untuk hajatan juga disampaikan dalam upaya sosialisasi dan penjelasan secara gamblang terhadap  rencana pemberlakuan peraturan desa (PERDES) tentang hajatan yang dilaksanakan oleh masyarakat. Setelah sambutan dari Kepala Desa Kalemandalle, maka dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat id yang dipimpin oleh H.Nurdin Dg. Gau.

Pelaksanaan hari raya ini terbilang sukses itu semuanya berkat perencanaan yang matang dari Panitia Pelaksana bekerjasama dengan masyarakat yang turut mensukseskan peringatan besar agama ini. Dalam acara ini, masyarakat sangat antusias mendengar hutbah yang disampaikan oleh udztad yang banyak memberikan gambaran-gambaran terhadap penomena kehidupan saat sekarang ini, dan betapa kehidupan bermasyarakat sudah jauh dari sifat gotong royong dan saling hargai menghargai semakin hari semakin menurun. Untuk itu, saat sekarang ini perlu dibangun kembali kehidupan bermasyarakat yang berbudaya dan saling hargai menghargai, menghindari hal-hal yang kemudian dapat menghadirkan perpecahan diantara kita sebagai masyarakat desa dan bisa memaknai peristiwa besar pada hari ini, untuk mengenang kembali perjuangan Nabi Ibrahim Radiallahu Anhu. Kesabaran serta keteladanan yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim menjadi contoh kepada kita agar dalam menjalankan hidup ini sebagai hamba dapat bersabar dan menunjukkan kecintaan besar hanya kepada Allah SWT," Imbuhnya.


Jumat, 11 Oktober 2013

Indahnya Kebersamaan

Betul apa yang pernah dibahasakan oleh seorang filsuf yang mengatakan, " Manusia adalah mahluk sosial " artinya bahwa manusia selalu tergantung kepada manusia lainnya, manusia butuh sosialisasi, manusia butuh komunikasi, semuanya itu hanya bisa terjadi bilamana ada manusia selain dari kita". Berawal dari landasan filosofis ini, sebagaimana manusia harus menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada bedanya kita dengan manusia yang lainnya dalam satu pandangan sebagai mahluk ciptaan Tuhan.

Kepala BPD, Kepala Dusun Bontotene, dan kawan2 dalam silaturrahim.
Dalam hubungannya dengan sosialisasi dengan manusia yang lainnya, disini manusia kadang melupakan eksistensinya, mereka kadang merasa dia yang paling berkuasa, kaya, pintar dan semuanya. Pada sesungguhnya, dalam hubungannya dengan pendekatan sosialisasi tersebut adalah bagaimana manusia mampu menempatkan dirinya bersama dengan orang lain yang berada disekitarnya. Manusia kerapkali menjauh dengan kita, disebabkan oleh karena ketidakmampuan kita mengikuti irama manusia lainnya, mereka menceritakan keangkuhan serta keegoisan kita, itu yang perlu kita sadari. Untuk itu, dalam bergaul sesungguhnya yang dibutuhkan adalah bahasa kesederhanaan dan keluwesan dalam bersikap.

Kebanyakan orang yang merasa diri lebih dengan orang lain, biasanya hanya dia yang mau berbicara  dan suaranya di dengar oleh orang lain, dan bahkan sering melupakan waktu, serta keberadaan orang lain yang ada disekitarnya. Inilah kemudian orang lain hindari, sehingga banyak orang menghindar darinya bukan karena manusia itu angkuh dan sombong, tapi berdasar kepada orang itu hanya mau menang sendiri, bicara sendiri dan tidak mau mendengar bahasa orang lain. Ini sesungguhnya banyak terjadi di masyarakat terutama di pedesaan.

Lalu, rahasia terbesar dalam komunikasi dengan masyarakat sesungguhnya hanya sederhana, yaitu jadikan pertemuan itu adalah ajang silaturrahim dan ajang berbagi informasi dua arah dan hindari pertemuan yang sifatnya hanya satu arah, buat situasi dalam pertemuan itu ada kerinduan, dan jadikan pertemuan itu adalah sarana mempererat persatuan dan persaudaraan.

Kondisi seperti inilah yang harus dihadirkan, dan buatlah suasana itu diawali dengan cengkarama yang mengasikkan dan dengan ending yang menyejukkan, dan buatlah janji untuk bisa melanjutkan kebersamaan dan menindaklanjuti pertemuan untuk sebuah keakraban dan rencana-rencana positif lainnya.

Gusdur seorang Negarawan yang menjadi salah satu manusia yang paling beruntung dan tidak pernah merasa susah dan sulit dalam menghadapi persoalan hidup dan negara selalu mengatakan dengan bahasa sangat sederhana, dan berkata, " kalau susah buatlah agar menjadi mudah, dan coleteh lainnya yang kemudian menjadi guyonan masyarakat Indonesia adalah " Begitu aja Repot ". Kalimat sederhana ini kalau kita interprestasikan mengandung sarat makna yang mudah namun memiliki arti yang sangat luar biasa, dan mencerminkan bahwa sesungguhnya bahwa itu sangat berenergi positif dan membuat orang senang mendengarnya. Inilah rahasia khusus seorang Gusdur yang tidak pernah merasakan kesulitan dalam mengurus hidupnya dan termasuk negara besar Republik Indonesia.

Dalam pergaulan sesungguhnya, inti dari permasalahan dan menjadi kata kunci kesuksesan dalam melaksanakan sosialita itu adalah dengan menjadikan kalimat ini sebagai landasan operasional sosialita itu, seperti yang pernah disampaikan oleh Gusdur yaitu, " satu musuh amatlah banyak, seribu kawan amatlah sedikit". Kalimat sederhana ini yang mampu menghadirkan relung-relung kerinduan dan keinginan untuk selalu bertemu dan bercengkrama sehingga terjalin sebuah keindahan dalam kebersamaan.

Korea Bantu UKM Perdesaan

Koran Sindo ; Jumat, 11 Oktober 2013

Kementerian Koperasi UKM bersama Korea Trade & Investment Promotion Agency (Kotra) menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan usaha kecil menengah (UKM) perdesaan. Kontra bersama sejumlah perusahaan akan membantu pengembangan program pemerintah Indonesia yakni"satu desa satu produk" (one village one product / OVOP).

Dalam perjanjian tersebut juga disepakati sebagian keuntungan perusahaan Korea yang ada di Indonesia akan digunakan untuk dana pengembangan OVOP. " Dalam hal ini, Kotra akan mengajak para pemuda berbakat dari kedua negara untuk berpartisipasi dan berencana mengembangkan masyarakat lokal secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja". Ujar Presiden Kontra Oh Young Ho di sela-sela penandatanganan MoU dalam acara bertajuk " Korea Indonesia Collaboration Day" di Jakarta kemarin.

Oh Young Ho mengatakan, kerjasama tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hubungan diplomatik ke 40 tahun antara Korea-Indonesia. Menurut dia, Kontra telah membuat kerangka kerja untuk menciptakan nilai baru melalui pertukaran ide-ide kreatif sumber daya manusia, bukan hanya pertukaran produk dan modal.

Deputi Menteri Bidang Pengkajian Sumber Daya UKM Kemenkop dan UKM  I Wayan Dipta mengatakan, pemerintah memulai langkah baru dalam kebijakan bilateral antara kedua negara serta kerja sama antara negara-negara di seluruh dunia. " Kita ingin produk UKM yang asalnya dari perdesaan ini bisa mendunia," ujar Wayan.

Wayan mengungkapkan, sampai tahun depan pemerintah menargetkan pengembangan 100 OVOP, tahun ini baru sekitar 73 OVOP. Terkait kerjasama dengan Kontra, Wayan menyampaikan bahwa mereka akan memberikan dukungan pengembangan kapasitas dan pemasaran." Misalnya peerbitan produk UKM OVOP tadi di Katalog, online, hingga masuk ke Lotte Mart", bebernya.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Andii Tawakkal ZL : Kajian kepemimpinan Kepala Desa Kalemandalle Plus Minus Programnya.

Wawancara live, mangasa, 05 Oktober 2013.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Kepala Desa Kalemandalle saat ini telah menjalankan beberapa program-program yang pernah dijanjikan, seperti tunjangan 1 juta bagi rakyat desa kalemandalle, program imprastruktur jalan, dan lain-lain sebagainya. Menurut Anda sebagai pengamat pemerintahan di Desa, bagaimana komentar Anda?

Tawakkal ZL : " Kepala Desa adalah yang ke enam setelah camat, dan berlambang garuda hanya presiden, gubernur, bupati dan kepala desa. Kepala Desa adalah penata pemerintahan disemua sektor yang mendukung terciptanya pemerintahan yang sehat dan berwibawa. Dalam hubungannya dengan program yang telah dilaksanakan, cukup baik dan diharapkan bisa berkesinambungan baik dalam pemerintahan dan pelayanan yang dia pimpin.

Menurut Anda, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat ?

Tawakkal ZL :" Harapan masyarakat sesungguhnya adalah pemerintahan yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Memiliki kepedulian dan perhatian kepada masyarakatnya. Perhatian yang dimaksud disini adalah mampu melayani masyarakat dengan tulus dan iklas dalam berbagai hal dan tidak tidak terlepas dari koridor-koridor yang telah ditetapkan dan melanggar aturan-aturan hukum yang berlaku.

Menurut Anda, kenapa masyarakat biasanya terdengar tidak simpatik dan mendengar pemerintah terutama di pedesaan ?
Tawakkal ZL : Pemerintah yang seperti biasanya tidak komit dengan program dan janjinya, dan pemerintah seperti itu juga yang diperhatikan adalah diri sendiri atau memperkaya diri sendiri, hak rakyat yang seharusnya dinikmati tidak sampai ditangannya.

Bagaimana dengan rakyat yang susah diatur atau arogan?

Tawakkal ZL : Pemerintah Desa sering kesal dan tidak memperhatikan rakyatnya, karena rakyat tersebut arogan dan tidak mau diperintah.

Bagaimana menurut Anda mengantisipasi tindakan rakyat tersebut ?
Tawakkal ZL : Pemerintah Desa harus senantiasa memberikan pemahaman tentang kewajiban dan hak masyarakat masyarakat. Dan bilamana gerakan-gerakan pemahaman dari sosialisasi masih juga tidak mau berubah, maka jalan yang ditempuh adalah diingatkan melalui aparat-aparat hukum supaya bisa menyadari kekeliurannya sebagai masyarakat Desa.

Harapan Anda sebagai pengamat pemerintahan Desa, apa pesan-pesan Anda dalam pengembangan Desa Kalemandalle ke depan?
Tawakkal Zl ; Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam melaksanakan program dengan menggunakan prinsip gotong royong dan saling menghargai, dan memahami hak-hak dan kewajiban masing-masing, saya yakin bahwa kepemimpinan dari Kepala Desa Kalemandalle akan berjalan sesuai dengan visi dan misi. Dan yang terakhir saya mendukung upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh Kepala Desa Kalemandalle semoga saja program-program ini berjalan berjalan terus menerus, Insya Allah.

Senin, 30 September 2013

Ide Cemerlang tentang Pengembangan Ekonomi Desa (Sumbangsi Pemikiran)

Menurut Anda, bagaimana saran pengembangan desa dari Sektor Ekonomi Desa Kalemandalle ?

Pembangunan Desa tolak ukurnya adalah pengembangan masyarakat desa. Dilihat dari sekian banyak usaha yang dilaksanakan oleh masyarakat seperti kuliner, batumerah, hasil-hasil pertanian. Mereka sudah berpartisipasi dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Lebih lanjut lagi, dibaha
M.Tayyeb Opa (Anggota BPD)
sakan bahwa bagaimana kedepan masyarakat berdaya. Untuk selanjutnya, pihak pemerintah Desa dalam hal ini harus dari sekarang mulai mempetakan kekuatan dan kelemahan sektor ekonomi desa Kalemandalle.

Saran ke pemerintah Desa dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa ?
Dari sekarang sudah harus mulai melaksanakan aksi dan melihat potensi itu, dan sesegera mungkin menghadirkan program aktiv untuk merealasisikan konsep keberpihakan kepada masyarakat Desa, khususnya mereka yang telah berperan aktif sebagai UKM ataupun pedagang dalam bentuk sektor usaha, baik perdagangan barang, dan budidaya hasil-hasil perkebunan (pertanian).

Apa saja menurut Anda yang mendjadi kendala dalam pengembangan usaha di Desa ?
1. Masalah Skill (keterampilan)
2. Masalah permodalan
3. Masalah manajemen usaha
4. Masalah pasar dan pemasaran
5. Masalah kemitraan terutama dengan perbankan.

Menuru Anda, untuk mengantisipasi masalah-masalah tersebut, apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan tersebut yang dialami oleh UKM?

  1. Harus ada dukungan dari berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pemberdayaan UKM ini,
  2. Keterbatasan skill, sehingga pelaksanaan dari kegiatan produksi yang dilakukan UKM masih menggunakan tangan, dan banyak menghabiskan input produksi, dibanding dengan hasil produksi, dan diupayakan kerja-kerja manual ini diganti bantuan mesin-mesin produksi, terutama di industri batu merah dan hasil-hasil pertanian.
  3. Perlunya dibangun Koperasi atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang menyiapkan bantuan permodalan dan menjadi salah satu wadah untuk membantu UKM dalam permodalan dan sekaligus mencegah tumbuh berkembangnya rentenir-rentenir yang mencekik pelaku usaha mikro dan kecil, dengan beban bagi hasil yang murah.
  4. Diharapkan adanya penyuluhan, sosialisasi-sosialisasi dan berbagai kegiatan dalam memperbaiki cara berfikir masyarakat dalam pengembangan usahanya.
Menurut Anda, jika harapan-harapan ini dilaksanakan, bagaimana konstribusi peran pemerintah Desa terhadap kemungkinan-kemungkinan saran dan ide Anda, jika dilaksanakan?

Kalo ide ini bisa dilaksanakan, misalnya hadirnya lembaga keuangan mikro (LKM) atau dalam bentuk koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan, akan mewujudkan konstribusi peningkatan pendapatan masyarakat terutama UKM dan harapan kedepan akan hadir UKM-UKM Mandiri.

Wawancara langsung, dengan M. Tayyeb Opa (Anggota BPD Kalemandalle), Jam 16.00 sd. 17.00 Wita.

Selasa, 24 September 2013

Bupati Gowa Usulkan Tiga Calon Sekkab

Sungguminasa- Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengusulkan tiga calon sekertaris kabupaten (sekkab) ke Pemprop Sulsel. Tiga nama tersebut, yakni Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Masykur Sultan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kamaluddin Serang, dan Kepala Bappeda Gowa Baharuddin Mangka. Ketiga nama tersebut sudah melalui persetujuan pimpinan DPRD Gowa.

" Para pejabat yang diusulkan untuk menduduki jabatan sekkab merupakan para pejabat yang berpengalaman dalam bidang pemerintahan dan dinilai layak," ujar Kepala Bagian Protokoler dan Humas Pemkab Gowa Arifuddin Saeni di kantor pemkab kemarin. Arifuddin mengatakan, bupati menilai ketiganya memenuhi syarat untuk diusulkan menjadi calon sekkab. Selain sudah berpengalaman dibidang pemerintahan,  ketiganya jug memiliki loyalitas tinggi terhadap pimpinan.

Sindo; Rabu September 2013


Minggu, 22 September 2013

Pasar Ikan Sehat Dibangun di Bajeng

Pemerintah pusat akan membangun pasar ikan hiegienies (sehat) di Pasar Sentral Limbung, Bajeng. Pembangunan pasar ikan ikan segar higienis itu diperkirakan menelan dana sekitar Rp. 600.000.000,- yang bersumber dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu, ditargetkan rampung November 2013.

Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan (DPKP) Gowa Muhlis mengatakan, pasar ikan higienis dibangun terpisah dari pasar Sentral Limbung. Pasar ini diharapkan dapat menampung 40 pedagang." Ikan yang akan dijual nanti, ikan laut dan ikan tawar. Kami berharap kehadiran pasar ini membantu masyarakat Gowa memperoleh ikan segar dan sehat," kata Muhlis.

Dia mengatakan, ikan yang dijual di pasar ini akan diawasi secara ketat. Selain itu, pasar ini dilengkapi Cool Storage, jaringan pipa untuk air bersih, dan pengelolaan limbah." Kami jamin ikan-ikan itu, bebas dari bahan pengawet. Sebelum pedagang atau penjual ikan meninggalkan tempat, lapak atau lods jualan  harus dibersihkan terlebih dahulu, " ujar dia.

Menurut Muhlis, pasar ikan higienes ini akan dikelola oleh Kepala Pasar Sentral Limbung di bawah Dinas Perdagangan (Desperindag) Gowa. " Pasar ini ditargetkan selesai dan diresmikan tepat di hari Gowa pada 17 November mendatang," ungkap Muhlis.

Sumber : Koran Sindo,  Senin 23 September 2013.

Jumat, 20 September 2013

Pesta Siang untuk Hajatan telah di Perdeskan

Jumasang Daeng Rani
(Pengurus Masjid Nurul Jihad Bontobaddo)
 dan
Ir. Haeruddin Dg. Nai  dan istri
(pemerhati sosial pedesaan)
Pesta atau hajatan di kampung atau di dusun di Kabupaten Gowa kerapkali terjadi masalah-masalah kriminal, terutama bila sang pemilik pesta itu menggunakan hiburan berupa orkes atau elekton. Salah satu masalah yang kemudian menjadi pembicaraan hangat adalah bilamana orkes atau elekton itu memakai biduan yang memamerkan anggota tubuh yang bisa membangkitkan gairah dan birahi para penonton. Biduan inilah yang membuat resah masyarakat, apalagi dikampung-kampung itu masih sangat tabuh hal-hal seperti itu. Sama halnya di Desa Kalemandalle, aksi serupa juga sering terjadi, hal-hal tabuh itu sepertinya menjadi barang jualan untuk membuat orkes dan elekton itu diminati, tetapi di lain sisi berdampak pada proses penghancuran moral anak bangsa. Tidak sedikit terjadi pelecehan seksual diantara penonton yang datang menyaksikan pertunjukan tersebut, dan juga mencoba melakukan hal-hal yang sifatnya dilarang agama. Belum lagi perkelahian dan lain-lain sebagainya, kondisi tersebut menimbulkan dampak negatif yang pada akhirnya bisa mengganggu kestabilan dan ketertiban masyarakat.

Hal inilah yang kemudian dijadikan dasar pemberlakuan Perdes Pesta Siang di Desa Kalemandalle. Tokoh masyarakat di Dusun Matirobaji bpk. Jumasang Rani memberikan komentar, " saya sangat senang dan merasa aman bilamana pesta dilaksanakan di siang hari, dari pengamatan saya, semua keluarga jauh maupun dekat memiliki waktu yang cukup banyak untuk bisa menghadiri hajatan tersebut, dan kemudian karena siang bisa meminimalisir kecelakaan dalam berkendara, dibandingkan kalau malam banyak terjadi masalah-masalah yang kecil yang kemudian akan berdampak besar kepada kenyamanan dan keamananan masyarakat disekitar pesta tersebut, selain itu pesta memungkinkan untuk tidak banyak mengeluarkan finansil terutama ijin-ijin keramaian, dan lain-lain sebagainya, dan saya sangat mendukung peraturan desa (PERDES) Kalemandalle ini " imbuhnya.

Daeng Nambung Kepala Dusun Bontote'ne juga memberikan komentar tentang pemberlakuan perdes pesta siang dan mengatakan, " saya sebagai kepala dusun merasa tenang dan nyaman, tidak lagi merasa was-was bilamana pesta siang itu digelar. Pesta siang ini menurut pengamatan saya, bisa mengurangi biaya dan sekaligus mencegah keributan dan hal-hal lainnya, termasuk biduan-biduan yang akan dipakai dalam acara hiburan juga tidak berani berpakaian seksi-seksi, apalagi mempertontonkan bagian tubuhnya yang bisa mendatangkan masalah-masalah bagi pemuda dan pemudi, ".

Permasalahan-permasalahan yang terjadi untuk kegiatan-kegiatan masyarakat termasuk pesta dan hajatan, yang biasanya melahirkan tindakan-tindakan kriminal, solusinya sangat sederhana, pesta malam di tiadakan, dan pemberlakuan pesta di siang hari. Masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya pesta di malam hari juga tidak akan terjadi lagi, dan biduan-biduan yang mau menggunakan pakaian-pakaian seksi tidak berani lagi.

Jumasang Rani dalam hal ini menyampaikan harapan besar dan memberikan apresiasi kepada pemerintah Desa Kalemandalle yang telah melahirkan ide yang sederhana tetapi mampu menjawab kekuatiran tokoh masyarakat. dan Harapan lainnya, semoga desa Kalemandalle ini tetap memperhatikan norma-norma agama dan penyelenggaraan pemerintahan yang santun dan berwibawa.

Jumat, 13 September 2013

Pengamanan Perdagangan Disosialisasikan

 Makassar , UPEKS - Kadin Sulsel bekerja sama kementrian perdagangan RI menggelar sosialisasi tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) dalam perlindungan produsen dalam negeri dari dampak negatif lonjakan impor.

Acara yang digelar di Hotel Sahid Jaya Makassar, kamis 12-09-13 menghadirkan berbagai pembicara, diantaranya J.Harimurti Priambodo selaku investigator bidang pengaduan dan hukum, Lerry Mahardika selaku investigator bidang tindakan pengamanan perdagangan, serta Binsar Nababan selaku perwakilan perdagangan dan komite anti dumping Indonesia.

Dalam pemaparannya, Investigator bidang pengaduan dan hukum, J Harimurti Priambodo mengatakan, sosialisasi pengamanan perdagangan sangat penting untuk diketahui oleh para pelaku usaha. Hal tersebut kata dia tertuang dalam PP No 34 Tahun 2011 Tentang tindakan antidumping dalam pengamanan perdagangan.

"Dalam instrumet safeguard, pasar bebas sangat berpengaruh dalam hambatan tarif dan non tarif lewat persaingan barang negeri dan barang impor, ". Jelasnya.
 Hal tersebut kata dia harus diantisipasi demi menjaga iklim usaha dalam pasar bebas.

sumber : ujung pandang ekspres (jumat 13 sept 2013)

2013, Gowa Surplus Beras 325.774 Ton


 Sungguminasa, Kabupaten Gowa mengalami surplus beras 325.974 ton tahun ini. Produksi tersebut untuk luas lahan tanam 53.381 hektare (ha), luas panen 51.246 ha, dan provitas 63,61 ku/ha. tahun lalu, angka produksi beras hanya 272.123 ton dengan luas lahan tanam 58.874 ha, luas panen 57.275 ha, dan provitas 46,22 ku/ha. 


Kepala Dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura Sulsel luthfi Halide mengatakan, Gowa mwmiliki andil cukup besar dalam menopang penyediaan pangan dan menjadikan Sulsel sebagai salah satu pilar di Indonesia dalam penyediaan pangan. "terbukti surplus beras Sulsel pada 2012 sebesar 2.115.698 ton atau naik 14,48 % dibanding surplus beras pada 2011 sebesar 1.848.024 ton, " tutur Luthfi saat panen raya di kelurahan Mawang, Kec. Somba Opu Gowa kemarin.

Wakil Bupati Gowa H. Abbas Alauddin mengatakan, meningkatnya produksi petani tidak lepas dengan adanya terobosan baru yakni metode IPAT-BO. Metode tersebut sudah diterapkan sejak 2008. " sejak metode ini diterapkan, petani bisa memproduksi gabah kering giling (GKG) sebesar 6,00 ton/ha," tuturnya.

sumber: koran sindo (14 sept 2013)

Selasa, 10 September 2013

Pattalassang Di pastikan jadi Ibu Kota Gowa

Sungguminasa -  Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo memastikan ibukota Kabupaten Gowa dipindahkan dari Sungguminasa ke Kecamatan Pattalassang. Rencana pemindahan ini sudah dipersiapkan dengan matang dan telah mendapat persetujuan dari DPRD Gowa.

Bupati dua periode ini mengatakan, alasan pemindahan ibu kota Gowa tersebut karena Karena Kecamatan Pattalassang dekat dengan sub-pertumbuhan Mamminasata. Selain itu, berada dijalur Mamminasata dan by pass yang akan dibuat untuk menghubungkan Makassar, Gowa dan Maros. " Pemindahan ini juga untuk menjamin bahwa dalam 20 tahun kedepan Makassar tidak bisa lagi memperluas daerahnya sampai ke Gowa, " tutur ichsan saat halal bihalal di lapangan Pattalassang, Senin (9/9).

Dalam proses pemindahan ibu kota Gowa nanti, lanjut dia, maka Mapolres Gowa yang pertama dipindahkan ke Pattalassang. Saat ini sedang dalam proses santunan untuk lahan. Pemindahan Mapolres juga sekaligus meningkatkan pengamanan di Pattalassang dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Sekedar diketahui, Pattalassang merupakan wilayah nyaman berinvestasi. Pemkab setempat sudah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung seperti pelebaran jalan.

" Akses jalan ini sekaligus memudahkan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan ke Malino. Insya Allah, tahun ini di semua titik jalan Pattalassang akan dipasangkan lampu jalan," tutur adik kandung Syahrul Yasin Limpo ini. Tidak hanya itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa juga telah membangun 21KK sehingga diprediksi mampu menyuplai keteersedian air bagi masyrakat hingga 2025. Termasuk PLN mulai membangun gardu induk di Bollangi dengan ketersedian listrik 25 MW untuk Pattalassang dan sekitarnya.

Camat Pattalassang Andi Sura Suaib mengatakan, rencana pemindahan ibukota Gowa juga memicu kenaikan harga tanah di wilayahnya." Saat ini, harga tanah di Pattalassang bervariasi antara Rp. 150.000 hingga Rp. 500.000,- permeter. Harga ini jauh diatas harga NJOP yang hanya Rp. 40.000 hingga Rp. 60.000 per meter, dan ini diprediksi akan terus naik," katanya.


Sumber : Koran Sindo, Rabu 11 September 2013


Minggu, 08 September 2013

Foto Kegiatan Kepala Dusun


foto bersama dengan peserta B to B dengan Pengusaha Asal Malaysia di Emperial Arya Duta Hotel
dan ketua BPD Desa Kalemandalle
,

foto bersama dengan Persiden Perbadanan Putra Jaya Malaysia (Tan Sri Dato' Seri DR. Aseh Bin H.Che Mat

foto bersama dengan Persiden Perbadanan Putra Jaya Malaysia (Tan Sri Dato' Seri DR. Aseh Bin H.Che Mat

Ungkapan Hati Sang Kepala Dusun

Mansur Daeng Naro (Kadus Mattirobaji)

Mansur Dg. Naro, Kepala Dusun Mattirobaji.
"Syukur Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT desa Kalemandalle telah mendapatkan pemimpin yang cerdas, Amanah,dan peduli kepada masyarakat. Sejak Beliau memimpin kami, sebagai kepala Dusun telah diberikan kepercayaan untuk mengatur dan melayani masyarakat di dusun Mattirobaji. Beberapa program yang dilaksanakannya betul-betul menyentuh hati masyarakat. Program yang dimaksud adalah tidak cukup  satu bulan memimpin pagar dari masing-masing rumah warga telah diseragamkan, santunan bagi lima orang yang meninggal dunia masing-masing satu juta rupiah, beras raskin dibagi perkarung kepada yang berhak menerima, akta kelahiran telah digratiskan, izin keramaian dan biaya nikah gratis serta pelayanan akta nikah diberikan langsung seusai dilaksanakannya akad nikah, surat keterangan dan lainnya gratis.
Sebagai kepala Dusun saya merasakan kebahagian yang  luar biasa dipimpin oleh kepala Desa saat ini. Perhatian dan hak-hak yang seharusnya diterima oleh kepala Dusun diserahkan sepenuhnya termasuk insentif-insentif lainnya selalu mendapat perhatian dari Bapak Kepala Desa. Mudah-mudahan Allah senantiasa mempermudah berbagai urusan masyarakat di Desa Kalemandalle. Dan sebagai Kepala Dusun, saya siap mengabdikan diri untuk melayani masyarakat, khususnya di Dusun Mattirobaji."

Molla Daeng Nambung (Kadus Bontote'ne)
Molla Daeng Nambung, Kadus Bontote'ne (Pattarungang).
"Setelah kami dipimpin oleh Kepala Desa yang baru kami merasa sangat dihargai dan mendapatkan penghormatan, salah satu hal yang menarik dari sosok Kepala Desa Kalemandalle adalah adat istiadat yang dipahami sehingga mampu diterima di Dusun kami. Selain itu, Kepala Desa ini juga dikenal mampu berada pada tiga kecerdasan sebagai prasarat pemimpin yang baik dan amanah. Kecerdasan yang saya maksud adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.

Lanjut dari itu, kami sebagai Kepala Dusun diberikan kebebasan untuk belajar dan mencari pengalaman untuk memperkaya khasanah dan wawasan. Beberapa kegiatan besar yang kami ikuti adalah: seminar Nasional, Bisnis To Bisnis (B to B), dan berbagai kegiatan lainnya yang bisa diadopsi untuk digunakan dalam melaksanakan tugas-tugas saya sebagai Kepala Dusun. Harapan kami, Desa Kalemandalle kedepan masuk kedalam kategori desa teladan dan menjadi model bagi desa-desa yang lainnya. "

Kamis, 05 September 2013

Pemkab Gowa Anggarkan Rp. 63 Miliar


Sungguminasa,- Pengkab Gowa menganggarkan dana Rp63 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 60 kilometer di 18 kecamatan. Anggaran bersumber dari APBD dan dana Alokasi Khusus (DAK) 2013.

Kepala Bagian (Kabag) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gowa Muh. Rusdi mengatakan, proyek perbaikan jalan tersebut mulai dikerjakan tahun ini dengan spesifikasi jalan beton dan hotmix.

"Insya Allah mulai dikerjakan tahun ini. proyek perbaikan ini merata disemua kecamatan, baik dataran tinggi maupun dataran rendah," katanya. Selain proyek perbaikan jalan, Binamarga (DPU) Gowa juga mengerjakan proyek jembatan di tujuh kecamatan, yakni Bontolempangan, Parigi, Tinggimoncong, Manuju, Parangloe, Bingaya, dan Barombong.

"Khusus proyek jembatan, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp6,4 miliyar untuk sepuluh unit jembatan," ujarnya. Sebelum warga Pallangga dan Malakaji mengeluhkan kerusakan jalan poros yang menghubungkan dua kecamatan hingga berbatasan dengan kabupaten Jeneponto. Terdapat lubang besar sepanjang 20 kilometer disebagian badan jalan yang sudah diaspal konvensional lapen  tersebut. kerusakan jalan sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Namun, Hingga kini belum juga diperbaiki.

(sumber: Koran SINDO, kamis 5 september 2013)

Rabu, 04 September 2013

Alamat Kantor Desa Kalemandalle

Kantor Desa Kalemandalle terletak di Dusun Mattirobaji (Bontobaddo)
Kode Pos  : 90225
Contact Person :
Hengky Dg. Tarra , Hp: 085255832268
Mansyur Naro (KADUS Mattirobaji),
Hp: 082191628358

Selasa, 03 September 2013

Raskin di Bagi Per Karung bukan per Liter

Masih teringat pesan-pesan yang disampaikan dalam pemaparan Visi Misi Kepala Desa yang terpilih pernah berkata bahwa, " Saya haramkan 1 butir beras raskin masuk di dalam pekarangan rumahku". Raskin kini telah menjadi pelipur lara dan kebahagian tersendiri bagi masyarakat penerima. Raskin betul-betul dibagi sesuai dengan peruntukannya, dan saat sekarang ini tidak ada lagi cerita miring tentang pembagian raskin tersebut, tidak ada lagi KKN dalam pembagian raskin, kini masyarakat sangat bergembira dengan pembagian raskin yang merata.

Termasuk dalam pengelolaan dana raskin, dana raskin yang telah terkumpul langsung disetor ke BRI, sehingga tidak ada peluang untuk menggunakan sementara dana raskin tersebut, sehingga pembayaran raskin lancar, inilah yang kemudian raskin di Desa Kalemandalle setiap bulan mendapat jatah karena tidak ada tunggakan.

Salah satu tokoh masyarakat di Desa Kalemandalle mengatakan bahwa, " pembagian raskin oleh pemerintah desa mampu membuat masyarakat penerima menjadi senang, karena jumlah yang diberikan sesuai dengan anjuran dan peraturan, kini masyarakat merasa mendapat pemimpin yang betu-betul menjalankan amanah dengan baik, lebih lanjut lagi disampaikan bahwa, keberhasilan dan kemajuan pemerintahan desa dapat terwujud jika pemerintah Desa amanah dan bisa menjalankan pemerintahan yang adil dan benar, dan di dukung oleh ulama yang memahami aturan dan amanah kebenaran".

Lebih lanjut lagi disampaikan bahwa, pemerintahan yang seperti inilah yang diharapkan, pemerintah seharusnya memikirkan rakyatnya, dan bukan memikirkan dirinya, inilah yang menjadi harapan agar pemerintah Desa yang lainnya bisa mencontoh kebijakan atas keberpihakan pemerintah kepada rakyat, seperti Kepala Desa Kalemandalle. (Kamaruddin Rani, tokoh masyarakat Dusun Ballatabbua).


Sabtu, 31 Agustus 2013

Rapat PHBI


PHBI Desa Kalemandalle melaksanakan rapat pertanggungjawaban pelaksanaan Hari Raya Idhul Fitri 2013. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kalemandalle di Balai Desa, Sabtu, 31 Agustus 2013. Peserta rapat yang diundang adalah Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Anggota BPD, para Kepala Dusun, tokoh masyarakat, pemuda, Imam Desa dan Dusun. 

Dalam pertemuan tersebut, telah dibahas berbagai hal termasuk lapangan (area publik) untuk kepentingan peringatan hari besar Islam dan juga kegiatan-kegiatan lainnya di Desa Kalemandalle. Solusi yang kemudian menjadi program selanjutnya adalah menghadirkan tanah lapang yang selama ini menjadi masalah besar dalam melaksanakan kegiatan desa terutama dalam pelaksanaan hari raya Idhul Fitri dan Adha, dan acara besar lainnya.

Mansyur Naro - Kepala Dusun Kalemandalle  (Sumber Informasi), memberikan informasi hasil rapat, menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat di Desa Kalemandalle masih sangat tinggi ini terbukti telah  diperoleh modal awal Rp. 20.000.000,- dari partisipasi peserta rapat untuk rencana pengadaan Lapangan. Untuk mewujudkan realisasi pengadaan lapangan tersebut, maka telah ditunjuk panitia sebagai pelaksana yakni Ansar Salle sebagai Ketua, Dg. Buang sebagai Sekertaris dan Lydia sebagai Bendahara. Dan untuk partisipasi masyarakat telah diputuskan sumbangan rata-rata per kepala keluarga sebesar Rp. 200.000,- yang akan dilunasi selama 1 tahun (12 bulan).

Insya Allah keterlibatan serta partisipasi masyarakat akan mewujudkan rencana tersebut. Selamat mengabdi kepada Desa yang tercinta, harapan kita kedepan masyarakat desa Kalemandalle memiliki integritas dan kepedulian dalam membangun Desa yang kita cintai bersama.

Aplikasi Budaya Kerja Bagi Perangkat Desa Kalemandalle

Baru sebulan setelah dilantik sebagai Kepala Desa Kalemandalle, gebrakan dan gerakan menata desa sudah dilaksanakan. Salah satu dari program yang telah dilaksanakan adalah pembuatan pagar seragam di lima dusun dan hampir seluruhnya rampung. Selain itu, penataan lainnya yang dilaksanakan adalah memperbaiki kantor desa, pengadaan meubeler sampai pembelian fasilitas pompa air, pembuatan WC kantor telah dipasang. Itu semua adalah perangkat prasarana desa yang sangat dibutuhkan untuk kebersihan dan keindahan kantor.

Dalam rangka melaksanakan budaya kerja yang rajin, resik, ringkas, rapi dan rawat (5R) untuk pelayanan kepada masyarakat dan untuk mewujudkan visi-misi 6 (enam ) tahun ke depan, maka program utama yang harus dilaksanakan yang dimulai dari dalam kantor dan dalam hubungannya dengan program sosialisasi di luar kantor adalah mewujudkan budaya kerja yang disebut 5 R.

Budaya  resik
Budaya ini  dimulai dari lingkungan internal kantor yaitu penataan kantor yang rapi dan bersih. Untuk menjaga kebersihan kantor agar budaya resik ini dan berlangsung secara terus menerus maka jumlah personal perangkat desa ditambah dengan menghadirkan staf umum khusus untuk backup office.

Budaya Rajin

Kerajinan personal kantor itu sangat mendukung upaya-upaya terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat. Ini terbukti bahwa seluruh staf, kaur datang tepat waktu, mereka sudah harus berada dikantor sebelum jam 8.00. Hal ini, mereka menjadi peraturan bagi staf kantor untuk bisa melayani  kebutuhan rakyat dengan cepat. Selain itu, budaya rajin juga ini sudah diaplikasikan pada setiap rapat-rapat desa yang dilaksanakan di Kantor Desa dengan  yang pelaksanaan dilaksanakan berdasarkan jam undangan rapat.

Senin, 05 Agustus 2013

Dokumentasi Pelantikan





PHBI Desa Kalemandalle Lebaran, Kamis 08 Agustus 2013

Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Desa Kalemandalle, akan melaksanakan  sholat idhul fitri 1434 H se Desa Kalemandalle yang akan dipusatkan di dusun Mattirobaji yang akan dihadiri oleh  4 dusun masing-masing, dusun Ballatabbua, Mandalle 1, Mandalle 2 dan Dusun Mattirobaji. Sedangkan dusun Bontotene (Pattarungan) melaksanakan kegiatan sendiri yang akan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kalemandalle. Pelaksanaan Insya Allah kamis, 08 Agustus 2013.

Perayaan  idhul fitri ini  akan dibuat semeria mungkin tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya, pemasangan spanduk sepanjang jalan, pemukulan beduk penyambutan para jamaah oleh Karang Taruna Desa Kalemandalle.  Insya Allah  dengan dukungan semua elemen masyarakat dan kepemudaan pelaksanaan sholat id akan berjalan dengan sukses sesuai yang diharapkan.


Pra pelaksanaan hari raya ini, Panitia telah bekerja mulai penyiapan  tempat, shound system,  dan pendukung lainnya. 

Rabu, 19 Juni 2013

Baru Sehari Terpilih Sudah Membuktikan Programnya

Baru Sehari terpilih sebagai Kepala Desa Kalemandalle, sudah membuktikan janjinya pada saat menyampaikan visi-misinya. Beberapa program Andalan yang kemudian dijadikan sebagai wujud perhatian besar kepada masyarakat Desa Kalemandalle adalah (i) Santunan Rp. 1.000.000,- bagi warga yang meninggal dunia, (ii) Surat Ijin Gratis kepada Warga yang melaksanakan Pesta, (iii). Biaya melahirkan sampai akta kelahiran digratiskan., (iv) biaya nikah kepada warga yang kawin sesama warga Desa Kalemandalle ditanggung oleh Kepala Desa.

Program inilah yang kemudian sudah dibuktikan, terbukti setelah pemilihan dan terpilih, 2 orang warga meninggal dan santunan sebesar Rp. 1.000.000,- telah diserahkan kepada Keluarga yang Meninggal untuk keperluan perawatan jenasah. Dan beberapa warga telah merasakan surat ijin pesta secara gratis yang diurus langsung oleh Kepala Dusun masing-masing.

Kini, masyarakat Kalemandalle telah merasakan pelayanan yang baik mulai dari pemerintah dusun sampai kepala Desa Kalemandalle, dan mendoakan semoga Kepala Desa yang terpilih segera dilantik, dan agar pelayanana kepada masyarakat cepat dilaksanakan dengan baik.
(Red-02)


Pemilihan KADES KALEMANDALLE


Pemilihan Desa Kalemandalle Periode 2013-2019 dilaksanakan tanggal 03-juni-2013, berjalan dengan baik. Lokasi Pemilihan ditempatkan di Lapangan terbuka di Dusun Ballatabbua. Pemilihan ini dihadiri oleh Kepala Kecamatan Bajeng Barat dan Unsur Muspida serta Masyarakat disekitar Desa Kalemandalle. Jumlah P4KD sebanyak 29 (duapuluh sembilan) orang  dan tergolong paling banyak pada sejarah pemilihan Kepala Desa di Sulawesi Selatan. Pemilihan ini dimulai jam 7.00 Wit sd. 22.00 Wit. Jumlah Pemilih berdasarkan data P4KD sebanyak 2.352 pemilih. Dan tingkat kehadiran dalam pesta rakyat ini sebesar 90%. 


Jumlah calon yang bersanding memperebutkan kursi Kepala Desa sebanyak 5 (lima) orang dan dalam perhitungan suara tersebut dimenangkan oleh Burhanuddin Dg. Magassing, SE. dengan jumlah pemilih sebanyak 593 suara, disusul oleh Nurdin Siallu dengan jumlah suara 504 suara, dan sisanya dibagi oleh 3 calon dengan masing-masing suara 300 pemilih.

Pemilihan ini terlihat sangat seru dan aman serta terkendali, ini semua peran BIMMAS dan BABINSA , Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten yang aktif memperhatikan suasana jalannya pemilihan Desa tersebut. Salah satu pendukung terkuat dari yang terpilih Mansur Dg. Naro - mengatakan bahwa, Kepala Desa yang terpilih betul-betul terpilih dari hati nurani rakyat, tanpa mengenal yang namanya money politic.

Harapan kedepan, Pemilihan Desa di Kalemandalle bisa menjadi contoh pada pemilihan Desa di Sulawesi Selatan. Kini, secara defacto Burhanuddin Dg. Magassing telah terpilih menjadi Kepala Desa Kalemandalle, dan secara de jure sisa menunggu pelantikan dari Bupati Gowa. (Ed.01).

Menuju Era Baru Pedesaan

Salam Perubahan, Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT, teriring salam dan salawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Memasuki pertengahan tahun 2015, semoga Desa Kalemandalle dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi segenap warga yang bernaung didalamnya begitupun para tamu yang berkungjung ke Desa Kalemandalle dapat merasakan hal serupa yang dirasakan oleh warga Kalemandalle sendiri. Pembangunan yang merata serta perbaikan infrastruktur desa semoga selalu mendapatkan kemudahan dalam perealisasiannya. dukungan dari semua pihak baik yang bersifat material maupun saran yang membangung dapat dikelolah dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh para aparatur desa Kalemandalle. Akhirnya, semoga apa yang menjadi Visi pengembangan Desa Kalemandalle dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama. Salam hangat dari keluarga besar Kalemandalle

Admin

Sarjayadi