![]() |
| Kepala Dusun di Hotel Sahid Makassar |
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan kewajiban masyarakat yang memiliki tanah dan bangunan. PBB ini merupakan pendapatan negara yang kemudian dialokasi untuk pembangunan dalam segala bidang. Menagih pajak bukanlah hal yang gampang, tetapi sangat susah bilamana tidak memiliki trik khusus. Kepala dusun ini terpilih diwawancara, karena team paripurna institut memberikan rekomendasi dan penilaian bahwa Kepala Dusun Bontote'ne dalam menjalankan tugas sebagai penagih pajak menjadi nomor satu dalam pencapaian target dengan jumlah yang besar, tidak sama dengan kepala dusun yang lainnya. Untuk itu, Paripurna Institut, mengundang salah satu kepala dusun di desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat yaitu Kepala Dusun Bontote'ne Pattarungan, Bpk. Molla Daeng Nambung.
Paripurna Institut : Berapa jumlah PBB yang menjadi tanggungjawab bapak, untuk ditagih dimasyarakat?
Molla Daeng Nambung : Jumlah PBB di Desa Kalemandalle Rp. 30.300.000,- (tiga puluh juta tiga ratus ribu rupiah), yang dibagi kepala 5 kepala dusun, masing-masing dusun. Untuk tanggungjawab saya sebagai kepala dusun Bontote'ne Rp. 10.300.000,-.
Paripurna Institut : Berapa lama ditagih dan bagaimana caranya menghadapi masyarakat yang malas membayar pajak?
Molla Daeng Nambung : untuk penagihan sejumlah pajak sebesar tersebut, saya hanya membutuhkan waktu 1 bulan, itupun tidak seluruh waktu 1 bulan tersebut digunakan. Dan menghadapi masyarakat yang malas membayar pajak itu saya biasanya mendatangi berulang kali, sambil memberi pemahaman betapa pentingnya pajak bumi dan bangunan (PBB) itu harus dibayar, menagih pajak harus sabar dan terus berusaha bagaimana caranya wajib pajak tersebut membayar pajaknya.
Paripurna Institut : Kalau ditarget harus selesai misalnya bulan ini, sementara pajak belum terkumpul dari masyarakat, bagaimana langkah bapak untuk menyelesaikan sesuai dengan target yang waktu yang diberikan?
Molla Daeng Nambung : Sebagai pemerintah dusun harus melindungi rakyatnya jangan sampai gara-gara pembayaran pajak menjadi malu, sehingga langkah saya untuk bisa mencapai target dan melunasi sebelum jatuh tempo, saya menggunakan uang pribadi untuk menutup kekurangan pembayaran pajak tersebut, dan selanjutnya kekurangan dari pajak yang belum tertagih, saya tagih perlahan-lahan sampai uang pribadi saya kembali.
Paripurna Institut : Apakah bapak tidak merasa dibebani sebagai kepala dusun?
Molla Daeng Nambung : Saya tidak merasa terbebani karena saya menganggap bahwa itu sudah menjadi tanggungjawab saya sebagai pemerintah dalam membantu masyarakat di dusun saya, dan setidaknya masyarakat di dusun saya merasa sangat berbahagia dan merasa terbantu, sehingga jika saya turun menagih masyarakat langsung membayar pajaknya, dan itu saya lakukan setiap tahun.
Paripurna Institut : Apa yang menjadi target bapak, sehingga bapak berani melakukan cara menebus dengan uang pribadi?
Molla Daeng Nambung : Target saya sesungguhnya hanyalah membuktikan kepada masyarakat bahwa saya juga bisa menjadi pemimpin yang baik, dan membantu pemerintah desa (Kepala Desa Kalemandalle) untuk mencapai target penerimaan pajak yang harus disetor kepada pemerintah kabupaten tepat waktu, dan semoga Desa Kalemandalle bisa menjadi pembayar pajak nomor satu di Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa umumnya, dan mari kita mendoakan supaya target pajak bisa dilunasi sebelum jatuh tempo berakhir dan Desa Kalemandalle bisa menjadi Desa Percontohan dalam hal pembayaran pajak.







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan masukkan saran dan komentar Anda