Selasa, 22 Oktober 2013

Bahaya Laten - Korupsi dan bilang tidak untuk Korupsi

Oleh : Syafri,Sarjayanto & Sarjayadi  (Team dari  Paripurna Institute) 

Dalam sebuah perbincangan diantara beberapa masyarakat yang ada di desa, tiba-tiba datang seorang yang berinisial " S " menyodorkan sebuah dokumen untuk ditandatangani oleh pemerintah setempat, saat itu pemerintah tersebut tidak menandatanganinya karena proposal itu untuk desa, tetapi ketika cair, permohonan pembelian A tidak ada fisik di desa, dengan berdalih bahwa apa yang dibelinya ditaruh di di desa dan kecamatan lain.

Ditempat lain juga terdengar informasi bahwa Imam A, telah melakukan tindak pungli yang memberatkan bagi mempelai laki-laki dengan dimintai pembayaran biaya nikah dalam jumlah sangat material, sementara hal tersebut sudah pernah disampaikan kepada Imam untuk tidak melakukan hal tersebut.

Cerita lain juga telah terekspos begitu melekat dihati para masyarakat, pengelola PNPM A telah melaksanakan aksi merugikan rekanan dan menyimpan beban derita kerugian mpai puluhan juta rupiah dan sampai sekarang juga belum dilunasinya. 

Pernah juga menjadi kejadian yang sempat membuat malu besar, ketika sebuah kantor desabeban listrik yang tidak terbilang besar, (kecil) sempat tidak dibayar berbulan-bulan dan listrik dicabut. Bantuan pemerintah untuk komunikasi dan informasi berupa;  antene dan komputer serta perangkatnya dipasang dirumah penduduk oleh oknum yang seharusnya ditempatkan di kantor desa untuk dinikmati oleh masyarakat desa. Belum lagi tempat lain, raskin disunat dan tidak dibagi sampai enam bulan oleh kepala dusunnya, dan masih banyak yang lainnya yang dilakukan oleh masyarakat sudah terindikasi korupsi. 

Beberapa kejadian diatas, adalah salah satu dari sekian jenis-jenis korupsi yang dilakukan oleh oknum, ada  permintaannya berdasarkan kelompok atau untuk masyarakat, namun  dinikmati sepihak oleh ketua dan orang-orang tertentu. Ada juga oknum dengan mengatasnamakan agama juga mempermulus aktivitas korupsinya, mereka melakukannya dengan modus yang berbeda-beda dan terakhir merugikan pemerintah dan juga masyarakat. 

Kenapa mereka korupsi ?

Dari hasil pengamatan dari penulis, kebanyakan dari pelaku korupsi (koruptor) itu sudah masuk dalam kategori power sindrom, ingin cepat kaya, dan ingin menjadi terhormat dari materi yang dimilikinya, dan ada juga karena terdesak dengan ekonomi (hutang dll) dan ada juga sudah menjadikan hobby. Sadar atau tidak sadar, mengambil hak orang lain yang bukan hak kita, sesungguhnya itu sudah menjadi perilaku korup, yang sesungguhnya merugikan. Dampak dari kata merugikan ini, akan melahirkan doa-doa dari mereka yang dirugikan atau terzolimi tersebut, dan akan berbuah kesengsaraan bagi pelaku korup tersebut, dengan membuat tidak tenang hidupnya, menderita sakit yang tidak ada obatnya, dan di penjara dengan waktu yang lama.

Dampak dari beberapa bukti-bukti dan pengalaman serta siksaan yang didapat secara langsung dan diadili oleh aparat hukum serta hukuman-hukuman dari Allah, belum menjadi bahan perenungan sekaligus menjadi bahan pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melaksanakan tindak pidana korupsi tersebut.

Apa kita salah mendidik Anak, sampai menjadi Koruptor?

Semua orang pada dasarnya selalu ingin melihat anaknya menjadi anak yang sholeh, anak yang berbakti kepada Negara, Agama dan Masyarakat. Namun, tanpa kita sadari dalam proses membina dan merawat anak tersebut, ada hal-hal yang kita lupakan, ternyata ada saripati makanan yang diberikan kepadanya dari sumber-sumber yang haram (korup), yang telah menyatu dalam daging-daging mereka, sehingga sadar tidak sadar meraka telah dilahirkan dan dibesarkan sebagai calon koruptor. 

Mari kita renungkan bersama, dan menjadikan pelajaran berharga, betapa banyak orang-orang yang melakukan tindak pidana korupsi yang telah dipublikasikan dan dipenjara. Mari kita saksikan pula, beban derita istri dan anaknya dari ulang sang ayah yang koruptor, mereka menjadi terdiskriminasi dan menjadi cemohan anak-anak disekitarnya. Marilah kita senangtiasa menjaga diri kita masing-masing, dari azab Allah yang begitu luar biasa, maka dari itulah mari kita berusaha keras untuk tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi baik yang dilakukan sendiri maupun kelompok. Hindarkan anak-anak kita, dari sumber-sumber materi yang haram, karena sesungguhnya cikal bakal hadirnya sampah masyarakat dari proses pemberian makanan dan minuman yang menjadi saripati yang kemudian tumbuh berkembang dengan racun yang siap untuk membikin malu keluarga dan masyarakat.

" JAUHKAN DIRI DARI KORUPSI & INGAT BAHAYA LATENT KORUPSI?"
BEBASKAN  APARAT  DESA  DARI  PRILAKU  KORUP 

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan masukkan saran dan komentar Anda

Menuju Era Baru Pedesaan

Salam Perubahan, Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT, teriring salam dan salawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Memasuki pertengahan tahun 2015, semoga Desa Kalemandalle dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi segenap warga yang bernaung didalamnya begitupun para tamu yang berkungjung ke Desa Kalemandalle dapat merasakan hal serupa yang dirasakan oleh warga Kalemandalle sendiri. Pembangunan yang merata serta perbaikan infrastruktur desa semoga selalu mendapatkan kemudahan dalam perealisasiannya. dukungan dari semua pihak baik yang bersifat material maupun saran yang membangung dapat dikelolah dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh para aparatur desa Kalemandalle. Akhirnya, semoga apa yang menjadi Visi pengembangan Desa Kalemandalle dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama. Salam hangat dari keluarga besar Kalemandalle

Admin

Sarjayadi