Betul apa yang pernah dibahasakan oleh seorang filsuf yang mengatakan, " Manusia adalah mahluk sosial " artinya bahwa manusia selalu tergantung kepada manusia lainnya, manusia butuh sosialisasi, manusia butuh komunikasi, semuanya itu hanya bisa terjadi bilamana ada manusia selain dari kita". Berawal dari landasan filosofis ini, sebagaimana manusia harus menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada bedanya kita dengan manusia yang lainnya dalam satu pandangan sebagai mahluk ciptaan Tuhan.
![]() | |
| Kepala BPD, Kepala Dusun Bontotene, dan kawan2 dalam silaturrahim | . |
Kebanyakan orang yang merasa diri lebih dengan orang lain, biasanya hanya dia yang mau berbicara dan suaranya di dengar oleh orang lain, dan bahkan sering melupakan waktu, serta keberadaan orang lain yang ada disekitarnya. Inilah kemudian orang lain hindari, sehingga banyak orang menghindar darinya bukan karena manusia itu angkuh dan sombong, tapi berdasar kepada orang itu hanya mau menang sendiri, bicara sendiri dan tidak mau mendengar bahasa orang lain. Ini sesungguhnya banyak terjadi di masyarakat terutama di pedesaan.
Lalu, rahasia terbesar dalam komunikasi dengan masyarakat sesungguhnya hanya sederhana, yaitu jadikan pertemuan itu adalah ajang silaturrahim dan ajang berbagi informasi dua arah dan hindari pertemuan yang sifatnya hanya satu arah, buat situasi dalam pertemuan itu ada kerinduan, dan jadikan pertemuan itu adalah sarana mempererat persatuan dan persaudaraan.
Kondisi seperti inilah yang harus dihadirkan, dan buatlah suasana itu diawali dengan cengkarama yang mengasikkan dan dengan ending yang menyejukkan, dan buatlah janji untuk bisa melanjutkan kebersamaan dan menindaklanjuti pertemuan untuk sebuah keakraban dan rencana-rencana positif lainnya.
Gusdur seorang Negarawan yang menjadi salah satu manusia yang paling beruntung dan tidak pernah merasa susah dan sulit dalam menghadapi persoalan hidup dan negara selalu mengatakan dengan bahasa sangat sederhana, dan berkata, " kalau susah buatlah agar menjadi mudah, dan coleteh lainnya yang kemudian menjadi guyonan masyarakat Indonesia adalah " Begitu aja Repot ". Kalimat sederhana ini kalau kita interprestasikan mengandung sarat makna yang mudah namun memiliki arti yang sangat luar biasa, dan mencerminkan bahwa sesungguhnya bahwa itu sangat berenergi positif dan membuat orang senang mendengarnya. Inilah rahasia khusus seorang Gusdur yang tidak pernah merasakan kesulitan dalam mengurus hidupnya dan termasuk negara besar Republik Indonesia.
Dalam pergaulan sesungguhnya, inti dari permasalahan dan menjadi kata kunci kesuksesan dalam melaksanakan sosialita itu adalah dengan menjadikan kalimat ini sebagai landasan operasional sosialita itu, seperti yang pernah disampaikan oleh Gusdur yaitu, " satu musuh amatlah banyak, seribu kawan amatlah sedikit". Kalimat sederhana ini yang mampu menghadirkan relung-relung kerinduan dan keinginan untuk selalu bertemu dan bercengkrama sehingga terjalin sebuah keindahan dalam kebersamaan.







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan masukkan saran dan komentar Anda