Senin, 14 Desember 2015

Pembangunan Desa Kalemandalle Berkelanjutan - Bagian 1. Diagnosis Awal Brainware Pembangunan

Seorang pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang memikirkan kemaslahatan orang-orang yang dipimpinnya. Kalimat ini sengaja dijadikan pembuka agar mereka yang berstatus pemimpin bisa langsung mengejawantahkan makna dari kalimat ini. Pemimpin yang berfikir sama, pastinya akan tersenyum dengan kalimat ini, namun pemimpin yang hanya memikirkan diri dan kelompoknya akan miris dengan kalimat ini. 


Memikirkan kemaslahatan rakyat, bukan perkara gampang. Hal ini menjadi catatan bagi pemimpin tersendiri, bahwa segala hal yang memiliki nilai positif atau sering orang menyebutnya konstruktif bukanlah sesuatu yang gampang dilaksanakan. Hal inilah yang kemudian menjadi tantangan bagi pemimpin yang berjiwa konstruktif untuk mengerahkan sumber daya dalam mengaktualisasikan program-program positif yang berdampak baik yang kemudian memberikan jalan menuju kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya. Beberapa tantangan yang menghadang dalam menjalankan misi konstruktif sebagai berikut :

Tantangan yang pertama yang dihadapi adalah masyarakat abu-abu.  

Yang digolongkan masyarakat abu-abu adalah komunitas yang berkumpul dalam ikatan satu hati dan jiwa yang rusak dengan  tujuan  menjadi komprador penghalang pembangunan dan terus melaksanakan aksi  provokasi kepada masyarakat untuk tidak terjadi  perubahan-perubahan konstruktif.  Masyarakat jenis ini setiap tempat pasti ada dan masyarakat seperti inilah yang kemudian senantiasa melempar issu-issu miring yang mencoba menghambat upaya-upaya perubahan-perubahan positif yang terjadi dan akan terjadi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. 

Masyarakat pada kelompok ini adalah masyarakat yang merasa bahwa dirinya yang pantas menjadi pemimpin, atau masyarakat yang kalah dan kecewa karena dikalahkan dalam proses pemilihan pemimpin. Mereka yang masuk dalam kelompok ini sudah menjadi masyarakat yang sudah terponis sebagai opisisi (bertolak belakang dengan pemimpinnya) yang akan dan terus melaksanakan misi pembangkangan. Kelompok ini menjadi duri dalam sebuah misi pembangunan. Untuk membuat duri itu hilang dari rel yang kita akan jalani, salah satunya adalah dengan mematahkan atau membuang duri itu dari rel tersebut. Kelompok ini disebut masyarakat abu-abu level satu  (L1). 

Bagaimana pula dengan masyarakat abu-abu level ke dua (L2) ?
Yang masuk dalam kelompok ini adalah masyarakat yang kelihatan tunduk, taat serta menjadi orang-orang yang merasa menjadi pioner dalam sebuah misi pembangunan konstruktif. Tapi sesungguhnya yang terjadi adalah masyarakat inilah yang sesungguhnya menjadi penghalang utama yang bermain dalam rona kemunafikan, yang menunggu waktu yang tepat untuk menghacurkan misi konstruktif tersebut dengan permainan karakter yang bisu, tapi hati yang berulat. Komunitas inilah yang kemudian mengirim orang-orangnya untuk memasuki area sebagai spionase/mata-mata untuk kemudian mencoba membuat upaya-upaya menggagalkan misi konstruktif yang akan dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Sementara pemimpin dalam misi rangkulnya tetap memberikan peluang untuk tetap berada dalam area tersebut, dan tanpa disadari bahwa yang dirangkulnya yang kemudian akan menghadirkan bias, masalah besar, dan  kemudian akan memberikan dampak besar dalam kemunduran citra dari seorang pemimpin tersebut. Disarankan untuk segera menggunakan rasionalitas dan propessional (tidak menggunakan perasaan) dan tidak mengenal merek bagi mereka yang menjadi penghalang dan segera untuk membatasi gerakan-gerakannya dan kemudian membuatkan pagar pengaman untuk tidak memasuki hal-hal yang bersifat strategis dan taktis dalam misi konstruktif yang akan dilaksanakan dan dilanjutkan oleh seorang pemimpin. 

Tantangan kedua adalah Sumber Daya Manusia (SDM) internal organisasi.

Biasa terdengar dalam setiap kesempatan bahwa, seorang suami yang luar biasa, di belakangnya ada istri yang luar biasa. Atau seorang pemimpin yang sukses di belakangnya ada personal yang memiliki integritas, kapasitas, serta loyalitas. Pertanyaan kemudian yang menjadi pertanyaan bagi seorang pemimpin adalah bisakah program misi konstruktif itu terjadi bilamana sumber daya manusia yang dimiliki tersebut tidak memenuhi kreteria yang dimaksud diatas?. Ataukah bisa seorang pemimpin jalan sendiri tanpa backup bawahan intern organisasi? Jawabnya pasti tidak bisa.

Strategi apa yang harus dilaksanakan?
1. Memilih SDM yang tepat
2. Menempatkan SDM dengan tepat
3. Memperjelas tupoksi kepada SDM yang ditempatkan
4. Setalah itu, melaksanakan upgrading dan yang lainnya dalam meningkatkan kapasitas, integritas serta loyalitas SDM yang dimiliki.
5. Evaluasi SDM tersebut.

Ke dua tantangan inilah yang kemudian harus dicermati yang kemudian membuatkan protap yang kemudian bisa menjadi strategi dalam mengantisipasi kemungkinan-kemugkinan yang akan terjadi dalam proses konstruksi dari berbagai dimensi pembangunan yang akan dilaksanakan dan dilanjutkan dalam upaya-upaya membawa masyarakat kearah yang lebih baik dan Desa Kalemandalle yang bermartabat. 

Bagian 1 dari tulisan ini. Selanjutnya penulis akan menampilkan bagian ke dua tentang bagaimana membangun ekonomi masyarakat Desa sebagai instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.






0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan masukkan saran dan komentar Anda

Menuju Era Baru Pedesaan

Salam Perubahan, Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT, teriring salam dan salawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Memasuki pertengahan tahun 2015, semoga Desa Kalemandalle dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi segenap warga yang bernaung didalamnya begitupun para tamu yang berkungjung ke Desa Kalemandalle dapat merasakan hal serupa yang dirasakan oleh warga Kalemandalle sendiri. Pembangunan yang merata serta perbaikan infrastruktur desa semoga selalu mendapatkan kemudahan dalam perealisasiannya. dukungan dari semua pihak baik yang bersifat material maupun saran yang membangung dapat dikelolah dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh para aparatur desa Kalemandalle. Akhirnya, semoga apa yang menjadi Visi pengembangan Desa Kalemandalle dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama. Salam hangat dari keluarga besar Kalemandalle

Admin

Sarjayadi